Warga Kampung Akuarium Ini Tinggal di Tenda, Sementara Anaknya Memilih di Rusun

Suwati tergusur dari rumahnya di Kampung Akuarium pada April 2016 silam dan kini memilih menetap di tenda.

Warga Kampung Akuarium Ini Tinggal di Tenda, Sementara Anaknya Memilih di Rusun
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Belasan warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (16/4/2018), masih menetap di tenda-tenda. TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Suwati tergusur dari rumahnya di Kampung Akuarium pada April 2016 silam dan kini memilih menetap di tenda.

Ia mengaku sudah direlokasi ke satu di antara rusunawa di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Namun, Suwati lebih demen tinggal dan menetap di dalam tenda yang didikan ada di atas puing-puing sisa penggusuran lantaran ia mencari uang dan anaknya masih bersekolah di sekitaran Kampung Akuarium.

"Saya kan mencari nafkahnya di sini ini, yang kecil juga kan enggak mau pindah sekolahnya, juga masih di sini. Jualan buah dulu sekarang enggak ada modal, diam saja dulu nyari makan sama anak," kata Suwati kepada TribunJakarta.com, Senin (16/4/2018).

Suwati mengaku status kepemilikan rumah susun yang ia tinggali masih aktif.

Pemprov DKI Jakarta berencana membangun rumah kembali bagi warga yang digusur.

Satu di antara syarat untuk mendapatkan rumah tersebut adalah mencabut status kepemilikan rumah susun.

Hal tersebut tidak diindahkan Suwati, pasalnya rumah susun miliknya masih ditempati anak perempuannya.

Anak perempuannya yang sudah kerja tersebut menolak tinggal di tenda atau shelter karena tempatnya terbuka.

"Ya kalau kaya saya mah saya akuin saya emang ke rusun. Tapi kan saya punya anak gadis. Kalau tinggal di tempat terbuka mungkin nggak mau. Maksudnya buat tidur anak di rusun, saya tetap di sini," lanjut Suwati.

Dirinya juga mengatakan memiliki dua KTP.

"KTP sudah di Rusun. Ada KTP yang di sini pun masih ada. Bahwa saya benar-benar orang sini kan," ucap Suwati.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help