TribunJakarta/

Warga Korban Kebakaran Taman Kota Mayoritas Tidak Setuju Direlokasi ke Rusun

Berawal setuju, namun sontak 99 persen korban kebakaran itu menolak untuk direlokasi

Warga Korban Kebakaran Taman Kota Mayoritas Tidak Setuju Direlokasi ke Rusun
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Warga tampak memilah pakaian bekas yang menggunung di posko kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (7/4/2018). 

"Kalau tidak salah, kisaran 132 KK akan segera direlokasi. Rusun Rawa Buaya, baru pula, serta diutamakan warga-warga yang jadi korban dari tragedi kebakaran beberapa waktu lalu. Hanya saya bingung, awal mereka menyetujui, sontak menolak direlokasi kemudian hari. Alasan para warga, malas membayar uang sewa unit rusun tersebut, dan juga takut mata pencahariannya hilang. Sangat disayangkan menurut saya pak. Padahal, langkah pemerintah, sudah tepat ya," jelas Paino.

Walaupun Paino sudah memberikan semacam surat peringatam atau imbauan, soal larangan mendirikan kembali bangunan di area itu, para warga itu pun acuh dan bersikukuh mendirikan huniannya kembali.

Paino pun mengaku curiga adanya oknum yang tidak bertanggungjawab, upaya untuk menghasut para warga sekaligus korban kebakaran di Perumahan Taman Kota.

"Sayanya jadi curiga, penolakan warga adanya pengaruh dari luar. Ada oknum coba hasutin di sini. Jelas-jelas saya curiga. Awalnya warga ini semuanya setuju, mendadak menjadi kompak menolak direlokasi," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua RW 05, Rahmat, pun turut angkat bicara.

Ia, kini, meminta agar pihak pemerintah berikan tindakan tegas ke warga di Perumahan Taman Kota yang mencoba-coba melawan aturan pemerintah.

Baca: Melawan Saat Ditangkap, Pengedar Narkoba Ditembak Anggota Polres Jakarta Pusat

"Jadi di sini saya harap pemerintah untuk tidak pandang bulu. Segera larang kembali warga di sini yang tetap mau kembali dirikan lagi rumah mereka. Jangan sampai rumah mereka ini jadi bagus. Karena kalau tak buru-buru, justru para warga disini semakin menolak, saat direlokasi. Bisa-bisa, bergesekan petugas dan warganya," kata Rahmat.

Sementara, Camat Kembangan, Agus Ramdani menjelaskan surat larangan untuk warga yang ingin dirikan bangunan, telah diberikan.

Terkait adanya penolakan, kata Agus, pihaknnya nekat akan kembali membongkar bangunan tersebut di lahan kebakaran itu.

Halaman
123
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help