Dipicu Oleh Percakapan di Grup Whatsapp, Petrus Tega Habisi Nyawa Ali Rahman

Pasalnya, Ali dimasukkan ke dalam sebuah grup Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)

Dipicu Oleh Percakapan di Grup Whatsapp, Petrus Tega Habisi Nyawa Ali Rahman
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima
Lokasi penemuan mayat pria di Cawang 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Petrus Paulus Ualubun (21) yang menganiaya Ali Rahman (34) hingga tewas, di Cawang, Jakarta Timur, mengaku kesal atas perbincangan di dalam grup aplikasi WhatsApp.

Pasalnya, Ali dimasukkan ke dalam sebuah grup Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), dan diminta untuk mengirimkan foto tak senonoh.

“Korban sakit hati karena perbincangan di grup LGBT, dia diminta mengirimkan foto ‘terlarang’,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Padahal, dalam pengakuannya, Petrus mengatakan bahwa dirinya bukanlah pelaku LGBT.

Baca: Ayah Korban Kaget saat Mendengar Anaknya Meninggal Secara Tragis

Hal tersebut diakui saat diinterogasi oleh penyidik.

“Pelaku merasa diolok-olok di dalam grup. Termasuk oleh korban. Oleh karena itu, pelaku mengajak Ali untuk bertemu,” katanya.

Saat bertemu, Petrus justru menganiaya Ali. Korban menerima beberapa luka seperti pergelangan tangan kiri, pelipis kiri, mata kiri, dada kanan, punggung kanan, paha kanan, dan akhirnya meninggal di tempat kejadian.

Sementara, Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap Petrus. Petrus ditangkap di Jalan Raya Serang RT 12/06 Nomor 33, Sukadami, Cikarang Selatan pada Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 06.45 WIB. (Mohamad Yusuf)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help