Hari Buruh Internasional

Buruh Dikritik Sosok Ini Karena Dinilai Tidak Kompak saat Berunjuk Rasa

Ia juga mengatakan jika seharusnya aksi ini dilakukan bersama-sama karena unjuk rasa yang dilakukan adalah untuk kepentingan bersama

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Herawaty Rinto Parean, Presiden Perdamaian Indonesia, di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ratusan ribu buruh dari berbagai asosiasi hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional di depan Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018).

Namun tidak seluruh buruh ikut turun ke jalan untuk berunjuk rasa.

Sebagian dari mereka memilih untuk duduk-duduk untuk menghindari panasnya matahari.

Menanggapi hal tersebut, Herawaty Rinto Parean, yang mengklaim sebagai Presiden Perdamaian Indonesia mengkritik tindakan tersebut.

Baca: Pedagang Kaus #2019gantipresiden Raup Untung Besar saat Berjualan di Lokasi Demo Para Buruh

"Pada takut panas tuh (buruh) pada duduk-duduk. Ini gimana sih enggak solider temannya pada panas-panasan. Enak pada makan, duduk, kayak wisata kuliner," ujar Herawaty.

Ia juga mengatakan jika seharusnya aksi ini dilakukan bersama-sama karena unjuk rasa yang dilakukan adalah untuk kepentingan bersama.

"Kalau enggak ya di rumah saja, tidur. Kan harus rasa ingin berjuang itu sama-sama. Enggak bisa 'udah biarin dia aja deh'. Kalau enak kan entar kita bareng-bareng. Enggak boleh kayak gitu," ujarnya.

"Senang, susah, bersama. Jadi ya itu, kesadaran bersama. Entar kalau udah enak ngikut, ini kan susahnya nih. Ini duduk," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved