Tak Miliki Dokumen Kependudukan, 78 OrangTerjaring Operasi Bina Kependudukan

Bambang menambahkan, pihaknya akan membantu warga melengkapi dokumen kependudukan tersebut dalam sehari

Tak Miliki Dokumen Kependudukan, 78 OrangTerjaring Operasi Bina Kependudukan
istimewa
Sebanyak 78 Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) terjaring operasi Bina Kependudukan (Biduk) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak 78 Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) terjaring operasi Bina Kependudukan (Biduk) di Perumahan Garden City (JGC), Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur.

Dari 78 orang tersebut, 49 merupakan WNA, sedangkan 29 lainnya adalah WNI.

Sebanyak 150 petugas gabungan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta, Dukcapil Jakarta Timur, Imigrasi Jaktim, Satpol PP tingkat kota Jaktim, Satpol PP Kecamatan Cakung, Satpol PP Kelurahan Cakung Timur, TNI, Polri, perwakilan JGC, dan tokoh masyarakat setempat diterjunkan dalam operasi kali ini.

Wali Kota Jaktim Bambang Musyawardana yang ikut dalam operasi kali ini memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

"Saya menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan pelayanan Biduk di Wilayah Cakung Timur," ujarnya, Kamis (3/5/2018).

Baca: Tak Memiliki Surat Izin, 3 Bangunan di Cibubur Ditertibkan Petugas

Operasi yang berlangsung pada Rabu (2/5/2018) malam hingga Kamis (3/5/2018) dini hari ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat peraturan yang berlaku untuk tinggal di wilayah DKI Jakarta terkait dokumen kependudukan.

"Tujuan kegiatan ini adalah agar semua masyarakat memahami apa dan bagaimana peraturan untuk tinggal di Jakarta khususnya di bidang kependudukan dan pencatatan sipil, identitas dan legalitas seseorang baik WNI maupun WNA harus dimiliki," katanya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, operasi biduk kali ini bukan merupakan operasi yustisi, sehingga beberapa orang yang terjaring razia tidak akan di tahan, melainkan akan dibantu mengurus surat-surat kependudukan yang diperlukan.

"Perlu saya sampaikan, biduk kali ini bukan Operasi Yustisi yang akan menangkap seseorang bila tidak memiliki data kependudukan yang jelas dan lengkap, melainkan kami akan bantu penduduk yang terjaring razia untuk melengkapi dokumen kependudukannya," katanya.

Bambang menambahkan, pihaknya akan membantu warga melengkapi dokumen kependudukan tersebut dalam sehari.

Apabila tidak selesai dalam sehari, ia menyakinkan penduduk JGC yang terjaring razia bahwa mengurus data kependudukan itu aman dan mudah.

"Kami akan upayakan membantu kelengkapan dokumen kependudukan warga dalam sehari, jika tidak selesai saya yakinkan kepada warga JGC mengurus dokumen kependudukan itu mudah," ucapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help