Kementerian PUPR Sebut Rumah Susun Sekarang Bak Apartemen

"Contohnya rusun di Kemayoran yang lantainya seperti dipasang marmer. Bahkan pak Presiden Joko Widodo menyebut rusun Kemayoran seperti apartemen."

Kementerian PUPR Sebut Rumah Susun Sekarang Bak Apartemen
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam membuka pidatonya di Unika Atma Jaya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Kualitas kini juga menjadi perhatian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun rumah susun yang diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam acara pengenalan konsep Rain Water Harvesting dan pengelolaan sampah untuk rusunawa di Unika Atma Jaya, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Contohnya rusun di Kemayoran yang lantainya seperti dipasang marmer. Bahkan pak Presiden Joko Widodo menyebut rusun Kemayoran seperti apartemen," ujar Khalawi, Jumat (4/5/2018).

Baca: Kepada Hakim, Fredrich Yunadi Mengaku Benjolan Segede Bakpao di Dahi Novanto Bersumber dari Ajudan

Selain mengutamakan kualitas, rumah susun ke depannya akan mengusung konsep ramah lingkungan agar dapat menjadi hunian yang nyaman serta bermanfaat bagi warga penghuninya.

Rumah susun juga dapat menjadi hunian yang cocok bagi kaum millenial yang baru bekerja ataupun menikah.

"Jangan bayangkan rusun seperti yang ada di Tanah Abang dan Tambora. Jadi jika bertempat tinggal di rusun malu, saya coba promosikan rusun sudah tidak seperti dulu. Rusun kualitasnya seperti apartemen," ujar Khalawi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta, Agustino Darmawan juga sependapat bahwa konsep ramah lingkungan memang harus diterapkan di rumah susun, khususnya yang ada di ibukota.

Rumah susun haruslah memikirkan tiga hal penting, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.

"Ini akan ditularkan ke rusunawa lain agar kebutuhan air bersih tercukupi. Ke depan Pemrpov akan sampaikan ke pimpinan karena disambut warga dengan baik," ujar Agustino Darmawan.

Baca: Geram dengan Vandalisme di Underpass Matraman, Sandi Bakal Buatkan Tempat Khusus Corat-coret

Sebelumnya, rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara menjadi percontohan model untuk menggunakan sistem Rain Water Harvesting (RWH) dan pengelolaan sampah.

Dengan RWH, warga penghuni rusunawa dapat menampung air hujan agar dapat dimanfaatkan jika dibutuhkan nantinya.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help