Meski Kerap Dicakar dan Terluka, Sejumlah Bocah Laki-Laki ini Tidak Kapok Menangkap Biawak

Ia mengatakan kerap kali terluka bersama teman-temannya, ketika menangkap biawak liar di kali sekitaran daerah Pakubuwono, Jakarta Selatan

Meski Kerap Dicakar dan Terluka, Sejumlah Bocah Laki-Laki ini Tidak Kapok Menangkap Biawak
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
sejumlah bocah lelaki saat menjajakan biawak hasil tangkapannya 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Meski kerap kali terluka, mendapatkan cakaran dari biawak yang ditangkapnya, namun hal itu terus diulangi oleh sejumlah bocah lelaki ini.

Ditemui TribunJakarta.com ketika sedang menawarkan biawak hasil tangkapannya, sejumlah bocah ini mengatakan bahwa mereka tidak kapok untuk kembali menangkap biawak.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah bocah lelaki terlihat menghampiri satu persatu kios hewan di Pasar Hewan Barito, untuk menjajakan biawak hasil tangkapannya.

"Ini kaki saya kemarin menginjak beling sampa terluka, terus teman saya dicakar sama biawaknya pas ditangkap," ujar Andri, satu dari sejumlah bocah lelaki tersebut kepada TribunJakarta.com di area Pasar Hewan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018).

Baca: Sambut Ramadan, Jajaran Tiga Pilar Kembangan Lakukan Hal Ini di Pemakaman

Ia mengatakan kerap kali terluka bersama teman-temannya, ketika menangkap biawak liar di kali sekitaran daerah Pakubuwono, Jakarta Selatan.

Namun, dirinya tidak kapok untuk kembali terjun ke kali bersama teman-temannya, untuk menangkap biawak.

"Seru menangkap biawak, kalau dapat seneng rasanya," kata Andri.

Padahal, biawak hasil tangkapan Andri dan teman-temannya belum tentu laku dibeli oleh seseorang.

Ia mengatakan, apabila tidak ada yang membeli biawak hasil tangkapannya, maka hewan reptil tersebut akan kembali dilepaskan.

"Kata orang harganya mahal bisa sampai ratusan ribu, bisa buat obat juga, makanya kita semangat menangkap biawaknya," ujar Andri dan teman-temannya sambil tertawa.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help