Haul Akbar, Tradisi Kampung Pondok Ungu Bekasi

"Dari situ warga mulai guyub, patungan untuk menyelenggarakan haul gabungan yang setiap tahun diadakan menjelang bulan suci Ramadan," jelas Wahid

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Suasana Haul Akbar Warga Kampung Pondok Ungu Bekasi di Masjid Baitul Muttaqin, Kota Bekasi, Minggu (6/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Lantunan ayat suci Al Quran berkumandang merdu di sebuah masjid yang terletak di Kampung Pondok Ungu, Jalan Sultan Agung, RT/RW 06/07, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (6/5/2018).

Suara ayat suci itu terdengar bersahutan dari dalam Masjid Baitul Muttaqin yang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, rumah orang-orang bertakwa.

Baca: Kasatpol PP DKI Sebut Pembagian Kaus Putih di Acara Car Free Day Guna Antisipasi Kegiatan Politik

Minggu pagi ini warga kampung Pondok Ungu mengelar hajat rutin tahunan bertajuk Haul Akbar Warga Kampung Pondok Ungu. Kegiatan tersebut berupa pembacaan ayat suci Al Quran yang diniatkan untuk mendoakan para sesepuh, kerabat, serta warga kampung yang telah lebih dahulu meninggal dunia.

"Acara haul akbar ini merupakan kegiatan yang sudah ada sejak lama, diperkirakan sudah puluhan kali digelar dan menjadi tradisi warga Kampung Pondok Ungu," kata DKM Baitul Muttaqin, Wahid Abdurrahman kepada TribunJakarta.com.

Baca: Ibu Kandung Ungkap Pembunuh dan Pembakar Calon Istri Sudah 5 Bulan Tidak Pulang ke Rumah

Dia menambahkan, awalnya haul digelar hanya untuk mendoakan para sesepuh kampung yang telah berjasa dalam hal membangun masjid, namun lambat laun warga meminta agar orang tua, saudara dan kerabatnya ikut di doakan dalam haul akbar.

"Dari situ warga mulai guyub, patungan untuk menyelenggarakan haul gabungan yang setiap tahun diadakan menjelang bulan suci Ramadan," jelas Wahid

Bedanya haul akbar dengan kegiatan haul perseorangan yakni ketika pembacaan nama-nama almarhum yang hendak diddoakan, salah satu pemuka agam akan membacakan satu persatu nama yang jumlahnya diperkirakan lebih dari seribu nama.

Baca: Tari Ondel-ondel Warnai Festival Palang Pintu XIII 2018

"Karena ini tajukkan haul akbar, nama-nama yang dibacakan itu merupakan nama almarhum/almarhumah warga atau jamaah masjid yang sudah meninggal dunia, dibacakan lalu didoakan bersama warga yang hadir," ujarnya

Kegiatan ditutup dengan agenda ramah tamah dengan sajian makan siang bersama.
Makanan disajikan dengan menggunakan nampan atau piring besar, satu nampan biasanya disediakan untuk tiga sampai empat orang, betapa suasana kebersamaan terbangun dalam haul akbar tersebut.

"Mudah-mudahan bisa terus diteruskan generasi berikutnya, karena dengan acara ini warga kampung Pondok Ungu bisa gubub, menyatu dalam nuansa keislamanan," jelas Wahid

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved