Apartemen Menteng 37, Hunian dengan Atmosfer Sejarah yang Kental

Yantony mengatakan, apartemen ini dirancang dengan fasilitas roof top pool dan semi furnished house.

Apartemen Menteng 37, Hunian dengan Atmosfer Sejarah yang Kental
Istimewa.
Apartemen Menteng 37, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - PT Bangun Inti Artha, konsorsium pengembang Pikko Group dan Wijaya Wisesa Realty mulai melaksanakan pembangunan Apartemen Menteng 37.

Proyek tersebut dibangun di lahan seluas 6.000 meter persegi.

Direktur Utama PT Bangun Inti Artha, Nio Yantony, nantinya apartemen tersebut dijadikan cagar budaya yang fungsinya menjadi ruang pertemuan dengan tetap memperhatikan atmosfer sejarah perjuangan merebut kemerdekaan dan disesuaikan perkembangan aspek ekonomis.

“Ini upaya menghidupkan kembali ikon baru di kawasan Menteng sehingga butuh peran serta banyak pihak, termasuk arsitek. Ini tentu kebanggaan tersendiri bisa punya kesempatan berpartisipasi. Kami akan memadukan gaya masa lampau dan gaya masa dengan tetap menjaga nilai historis di dalamnya" kata Yantony.

Baca: Minta para Suami Hargai Istri, Menteri PPA Yang Memikirkan Keluarga Hanya Istri

Apartemen Menteng 37 merupakan bangunan residensial bintang lima.

Yantony mengatakan, apartemen ini dirancang dengan fasilitas roof top pool dan semi furnished house agar para penghuninya bisa langsung menghuni unitnya.

Arsitek konservasi Heritage Menteng 37, Boy Bhirawa, menambahkan bahwa prosesi pembangunan apartemen ini sudah melalui kajian menyeluruh, baik teknis maupun arkeologis.

"Unsur heritage tetap terjaga dan aspek historis maupun ekonomis tetap kami perhatikan. Masyarakat atau penghuni apartemen nantinya tetap bisa melihat elemen sejarah maupun spirit of place gedung ini," kata Bhirawa.

Baca: Ditelantarkan dan Diusir Anak 5 Anaknya, Seorang Wanita Lanjut Usia Ditemukan di Mall PGC

Nilai kelangkaan cagar budaya ini sejalan dengan eksistensi sejarah di sekitar kawasan Menteng.

Beberapa di antaranya adalah Gedung Joeang 45 dan Perintis Kemerdekaan, Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa, Gereja St. Theresia, dan banyak lagi.

"Menteng juga kan sudah mengikuti pesatnya Jakarta. Eksklusifitas Menteng sebagai kawasan prestius bisa dilihat dari makin terbatasnya lahan di sini dan jadi salah satu pemicu meningkatnya harga tanah," ujarnya.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help