LSI Denny JA Sebut Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi Tapi Goyah, Begini Penjelasannya

Survei LSI Denny JA dilakukan tanggal 28 April- 5 Mei 2018 dengan total responden di 34 provinsi, sebanyak 1200.

LSI Denny JA Sebut Elektabilitas Jokowi Masih Tinggi Tapi Goyah, Begini Penjelasannya
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Presiden RI Joko Widodo pada acara Kongres Luar Biasa PKPI di Gedung Sekar Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan, elektabilitas Joko Widodo masih menjadi yang tertinggi diantara calon Presiden lain, namun kondisinya saat ini dalam keadaan mulai goyah.

Hal itu disampaikan oleh peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di kantornya yang terletak di Rawamangun, Jakarta Timur.

"Kita lihat tokoh-tokoh lain elektabilitasnya masih rendah. Tapi kalau kita total itu mencapai 44,7%. Artinya ada 44,7% pemilih atau responden yang tidak memilih Jokowi," ujar Adjie Alfaraby, Selasa (15/5/2018).

Baca: Wafat, Gogon Sempat Bongkar Rahasia Grup Simulat Hingga Makna Dibalik Rambut Jambulnya

Hasilnya, Jokowi tetap sebagai capres tertinggi dengan elektabilitas 46 persen, namun ditemukan beberapa alasan yang dapat membuat elektabilitas Jokowi goyah, antara lain isu tenaga kerja asing, ketidakpuasan ekonomi terutama isu lapangan kerja dan islam politik.

Baca: Marak Aksi Terorisme, Krishna Murti Blak-Blakan Ungkap Kita Perang Kejahatan, Bukan Perang Manusia

"Kalau kemudian tokoh ini kemudian bergabung, pemilih di luar Jokowi ini digabung, ini selisihnya cuma 2 persen dengan Jokowi. Jadi selisih dari elektabilitas antara Jokowi dengan calon-calon lain hanya 2% kalau digabung," ujar Adjie Alfaraby.

Survei LSI Denny JA dilakukan tanggal 28 April- 5 Mei 2018 dengan total responden di 34 provinsi, sebanyak 1200.

Wawancara dilakukan dengan cara tatap muka dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help