Kasus First Travel

Dalam Pledoinya, Bos First Travel Selalu Menyalahkan Kementerian Agama

Menurut Andika selama 8 tahun pihaknya memberangkatkan jamaah hingga akhirnya usahanya dipaksa berhenti oleh Kemenag

Dalam Pledoinya, Bos First Travel Selalu Menyalahkan Kementerian Agama
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Andika Surachman saat keluar dari mobil tahanan, Cilodong, Depok, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sidang lanjutan kasus penipuan puluhan ribu calon jemaah umrah First Travel digelar di PN Depok, Rabu (16/5/2018).

Agendanya adalah pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa.

Andika Surachman selaku terdakwa satu, yang menjabat Direktur Utama First Travel menyampaikan pledoinya.

Dalam pledoinya, Andika menilai tuntutan JPU tidak adil karena tidak melihat fakta persidangan.

Andika juga membeberkan bahwa sebenarnya penangkapan terhadap mereka oleh polisi, adalah bukti bahwa mereka menjadi korban penipuan oleh Kemenag, Kejaksaan dan Satgas Investasi.

"Atas tuntutan JPU, kami merasa sangat keberatan dan kami merasa tidak adil. Selama persidangan semua ya g dituduhkan ke kami, kami tidak terima. Karena kami merrasa tak ada yang salah, dan kami tidak ada niat melakukan tipuan," kata Andika di depan Majelis Hakim yang dipimpin Sobandi.

Menurut Andika selama 8 tahun pihaknya memberangkatkan jamaah hingga akhirnya usahanya dipaksa berhenti oleh Kemenag.

"Tidak bisa kita ambil, langkah ceroboh Kemenag, karena tak ada langkah konkrit dari Kemenag dalam hal menyelesaikan masalah ini," katanya.

Baca: Sidang Pledoi, Andika Klaim Kehadiran First Travel Dobrak Usaha Bisnis Umrah

"Satu hal penting tentang pemboikotan visa kami, yang tak pernah terungkap. Disini kami lihat peran media sepihak, semakin memperburuk keadaan dan memojokan kami," kata Andika.

Ia menjelaskan pada tanggal 12 Juli 2017 ada kesepakatan pihaknya dengan Kemenag, Kejaksaan dan Satgas.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help