Dewan Ketahanan Nasional Punya Doktor Baru Bidang Ilmu Politik

Budi merupakan alumni Akmil 1988 dan pernah mengikuti Suslapa II di Manly Australia pada tahun 1996.

Dewan Ketahanan Nasional Punya Doktor Baru Bidang Ilmu Politik
Istimewa
Analisis Kebijakan Bidang Rencana Kontijensi Politik dan Keamanan DR. Budi Pramono, S.IP, MM, MA 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) melahirkan Doktor Ilmu Politik baru yakni DR. Budi Pramono, S.IP, MM, MA.

Budi bertugas di Kedeputian Politik dan Strategi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional sebagai Analisis Kebijakan Bidang Rencana Kontijensi Politik dan Keamanan, mendapat gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional.

Budi menyorot dalam kajian disertasinya tentang pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) pasca penetapan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) tahun 2004-2017.

Baca: 4 Fakta Ipda Auzar, Guru Ngaji yang Gugur Ditabrak Mobil Teroris di Mapolda Riau

“Disertasi ini mengupas tentang bagaimana perjalanan pelaksanaan OMSP TNI selama 13 tahun berjalan,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu 16/5/2018).

Desertasi Budi juga berkenaan dengan operasi militer, selain perang semisal bantuan tugas dalam bencana alam, penjagaan wilayah perbatasan, pengamanan perairan hingga tentang penanggulangan dan penanganan aksi terorisme.

“Penelitian ini saya kira merupakan hal yang cukup penting dalam dinamika dan perkembangan politik di Indonesia. Terlebih, terkait dengan kejadian terorisme dalam beberapa hari ke belakang ini,” katanya.

Baca: Di Mata Warga, Terduga Teroris Tangerang Berbadan Tegap dan Tampan

Budi menyebut bahwa tidaklah berlebihan kiranya disertasi ini dapat menjadi salah satu referensi akademis ditengah maraknya aksi teroris akhir-akhir ini, dimana penanggulangan terorisme merupakan salah satu poin penting dalam OMSP.

Budi merupakan alumni Akmil 1988 dan pernah mengikuti Suslapa II di Manly Australia pada tahun 1996.

Budi kemudian ke Inggris pada tahun 1998 untuk meraih gelar S2.

Budi melanjutkan pendidikannya, dan bersekolah di Command and General Staff College di Filipina pada tahun 2001 dengan predikat kelulusan Honor Graduate.

Budi lalu menetap selama tiga tahun di Iran sebagai Atase Pertahanan (Athan) sekaligus sebagai “Dean” dari MAAT (Military Atache Association in Tehran) yang juga membawahi Irak, Azerbaijan dan Turkmenistan, pada tahun 2009 - 2012.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help