Ramadan 2018

Hindari Perbuatan Syirik, Pengurus Masjid Jami Al-Mukarromah Selalu Pantau Peziarah

Pengurus Masjid Jami Al-Mukarromah di Kampung Bandan selalu memantau peziarah yang mengunjung masjid tersebut.

Hindari Perbuatan Syirik, Pengurus Masjid Jami Al-Mukarromah Selalu Pantau Peziarah
TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran Bustomi
Masjid Jami Al-Mukarromah, dahulu lebih dikenal dengan sebutan Masjid Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, didirikan pada 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri. Foto diambil pada Rabu (16/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/RAFDI GHUFRAN BUSTOMI 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Pengurus Masjid Jami Al-Mukarromah di Kampung Bandan selalu memantau peziarah yang mengunjung masjid tersebut.

 Ketua Masjid Jami Al-Mukarromah, Habib Alwi bin Ali-Asy-Syathri, mengakui memang selama ini mayoritas pengunjung telah mengetahui adab dan tata cara berziarah.

 Namun pemantauan tetap dilakukan untuk menghindari peziarah dari perbuatan menyalahi hukum agama.

Menurut dia hal ini dilakukan agar jangan sampai ada peziarah meminta atau berdoa kepada kuburan karena itu musyrik.

"Kita selalu pantau jangan sampai ada para peziarah yang menyalahi hukum. Jangan sampai mereka harus adab ziarahnya, tahu-tahu minta pada kuburan, itu suatu hal yang musyrik, sedangkan makam itu makam para wali Allah,” ujar Habib Alwi kepada TribunJakarta pada Rabu (16/5/2018).

Habib Alwi menambahkan biasanya peziarah di Masjid Jami Al-Mukarromah sangat ramai di hari-hari libur.

Masjid Al-Mukarromah berdiri pada 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri, ulama yang berdakwah di Jakarta Utara.

Awalnya, masjid yang dibangun pada 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri terletak di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, ini lebih dikenal dengan nama Masjid Keramat Kampung Bandan.

Nama tersebut diambil karena lokasi masjid berada di perkampungan Bandan dan di areal kompleksnya ada makam keramat.

Halaman
12
Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help