Jelang Ramadan, Wali Kota Depok Temukan Adanya Kenaikan Harga di Pasar Sukatani

Terkait peredaran makanan berformalin, Idris mengatakan Pemkot Depok sudah melakukan peninjauan.

Jelang Ramadan, Wali Kota Depok Temukan Adanya Kenaikan Harga di Pasar Sukatani
TribunJakarta.com/Bima Putra
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat meninjau harga ayam di Pasar Sukatani, Tapos, Depok, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Wali Kota Depok Mohammad Idris meninjau harga pangan di Pasar Sukatani, Tapos.

Dikatakannya, ada sejumlah sembako yang mengalami kenaikan harga jelang bulan Ramadan.

"Yang naik itu komoditi cabai merah keriting dan bawang merah, tapi kenaikannya masih dalam batas wajar. Tapi sembako lainnya, selain bumbu ini tidak mengalami kenaikan. Ada kenaikan yang wajar misalnya daging, kebutuhan pokok dari sisi yang lebih besar lagi," kata Idris, Tapos, Depok, Rabu (16/5/2018).

Baca: 4 Fakta Ipda Auzar, Guru Ngaji yang Gugur Ditabrak Mobil Teroris di Mapolda Riau

Guna mengantisipasi kenaikan harga, Pemkot Depok akan menggelar pasar murah di setiap Kecamatan.

Pasar murah tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Bulog.

"Kita juga kerja sama dengan Bulog supaya menggelar pasar murah di kota Depok. Untuk pasar murah jumlah titik-titinya itu kita upayakan jumlah Kecamatan. Lebih mendekatkan kepada masyarakat," jelasnya.

Terkait peredaran makanan berformalin, Idris mengatakan Pemkot Depok sudah melakukan peninjauan.

Baca: Siap Kawal Ramadan 2018, Polres Jakarta Utara Gelar Safari Ramadan

Dari hasil sidak tersebut ditemukan sejumlah bakso kemasan yang diduga mengandung formalin.

"Kita juga sambil mengecek perdarahan makanan berformalin. Tadi kita lihat bakso dan tahu. Melihat kasat mata itu indikasinya bakso, tadi sedang diperiksa, tapi hasilnya belum keluar," ujar Idris.

Ditemui di tempat yang sama, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan kesiapannya dalam menjaga stok pangan.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya pedagang yang menimbun atau melakukan kecurangan dalam berdagang.

"Tim kami bersama satgas pangan terus melakukan monitoring. Tentunya kalau ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan atau melakukan hal curang kita akan melakukan penindakan hukum," kata Didik.

Menyoal kenaikan harga, seorang pedagang ayam di Pasar Sukatani Rudi mengakui adanya kenaikan harga ayam.

"Kalau per ekornya kita jual kemarin itu Rp 35 ribu, modal sudah melambung terus harga ayam. Sekarang dari sana Rp 38 ribu, saya jual Rp 40 ribu," ucapnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help