Kasus First Travel

Kepala Kejari Depok Nilai Tidak Hal Baru Dalam Pledoi Tiga Terdakwa Bos First Travel

Terkait pembelaan Kiki yang ditunda karena kuasa hukumnya tidak hadir, Sufari mengatakan akan dilakukan penundaan.

Kepala Kejari Depok Nilai Tidak Hal Baru Dalam Pledoi Tiga Terdakwa Bos First Travel
TribunJakarta/Bima Putra
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari saat ditemui korban calon jemaah Umrah First Travel, Cilodong, Depok, Rabu (16/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari menilai nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan tiga terdakwa bos First Travel hanya berisi keluhan pribadi.

Sementara pledoi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa dianggap tidak menyampaikan hal baru.

Baca: Warga Bantar Gebang Ancam Tutup Tempat Pengelohan Sampah Jika Dana Kompensasi Bau Tidak Cair

"Kalau kita cermati dari pembelaan terdakwa kan hanya berkelah kesuh tentang pribadinya, bukan persoalan fakta. Sedangkan dari penasihat hukumnya tidak ada hal yang baru intinya mempersoalkan tidak ada masalah hukum," kata Sufari saat ditemui usai sidang, Cilodong, Depok, Rabu (16/5/2018).

Terkait pembelaan Kiki yang ditunda karena kuasa hukumnya tidak hadir, Sufari mengatakan akan dilakukan penundaan.

Baca: Minta Maaf dan Menyesal Bunuh Calon Istrinya, ST Benturkan Kepalanya ke Tembok Hingga Lebam

Kiki dijadwalkan menyampaikan pledoi pada Senin (21/5/2018) di Pengadilan Negeri Depok.

Sementara mengenai aset yang disita Jaksa Penuntut Umum (JPU), pihaknya akan mengembalikannya kepada korban.

Baca: Polisi Benarkan Tangkap Dua Terduga Teroris di Tangerang

"Untuk aset yang disita jaksa penuntut umum, kami kembalikan kepada pengurus yang dibentuk para korban jemaah. Karena sudah ada akta notarisnya yang sudah dituangkan dalam tuntutan kami, kenapa diserahkan karena ada pengurusnya," jelasnya.

Sebelumnya Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, dituntut 20 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Sementara Siti Nuraida alias Kiki, adik Anniesa dituntut lebih rendah yakni 18 tahun penjara.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help