Ramadan 2018

Masjid Jami Al Mukarromah Awalnya Musala untuk Para Peziarah

Masjid Jami Al-Mukarromah di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, mulanya berupa makam keramat penyebar agama Islam di Jakarta Utara.

Masjid Jami Al Mukarromah Awalnya Musala untuk Para Peziarah
TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran Bustomi
Di bagian dalam Masjid Jami Al-Mukarromah, Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, ada tiga makam wali Allah. Foto diambil pada Rabu (16/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/RAFDI GHUFRAN BUSTOMI 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Masjid Jami Al-Mukarromah di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, mulanya berupa makam keramat dari wali Allah penyebar agama Islam di Jakarta Utara.

Seiring berjalannya waktu, dibangunlah musala untuk tamu yang salat dan hendak berziarah ke makam tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Masjid Jami Al-Mukarromah, Habib Alwi bin Ali-Asy-Syathri, saat ditemui TribunJakarta.com!di kediamannya pada Rabu (16/5/2018).

"Sebelumnya hanya ada makam keramat, makam wali Allah pernyebar agama Islam di Jakarta Utara. Kemudian di sisi makam itu didirikan semacam musala atau tempat ziarah tempat tamu-tamu datang ke situ, jadi itu merupakan cikal bakal dari masjid itu,” ujar Habib Alwi.

Baru pada 1947 musala diperluas menjadi sebuah masjid, sehingga makam yang posisi sebelumnya di bagian luar kini berada di dalam bangunan masjid.

Masjid Al-Mukarromah didirikan sejak 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri, ulama yang berdakwah di Jakarta.

Awalnya, masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Keramat Kampung Bandan.

Masjid Jami Al-Mukarromah, dahulu lebih dikenal dengan sebutan Masjid Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, didirikan pada 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri. Foto diambil pada Rabu (16/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/RAFDI GHUFRAN BUSTOMI
Masjid Jami Al-Mukarromah, dahulu lebih dikenal dengan sebutan Masjid Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, didirikan pada 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri. Foto diambil pada Rabu (16/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/RAFDI GHUFRAN BUSTOMI (TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran Bustomi)

Nama tersebut diambil karena lokasi masjid berada di perkampungan Bandan dan di areal kompleksnya ada makam keramat.

“Sebelumnya ini masjid lebih dikenal sebagai Masjid Keramat Kampung Bandan, karena Kampung Bandan itu merupakan wilayah perkampungannya, sedangkan keramatnya itu karena ada makam wali Allah yang dikeramatkan, penyebar agama Islam di wilayah utara sini,” terang Habib Alwi.

Sejak 1947, barulah nama Masjid Keramat Kampung Bandan diubah menjadi Masjid Jami Al-Mukarromah.

Di areal kompleks masjid ada beberapa makam para habib di antaranya Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi (wafat pada 23 Muharram 1118 H), Habib Ali bin Abdurrahman Ba’Alwi (wafat 15 Ramadhan 1122 H), dan Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syathri (wafat 18 Muharam 1326 H), pendiri masjid.

Makam ketiga habib itu ditutup dengan gorden berwarna hijau dengan lafaz arab di sekelilingnya.

Ada lagi satu makam di dalam masjid yang tidak tertutup gorden, yaitu makam Habib Ali Bin Alwi bin Abdurrahman Asy-Syathri yang wafat pada Jumat 13 Agustus 2010.

Habib Alwi pun mempersilakan siapapun yang hendak berziarah ke makam keramat tersebut, dengan catatan harus menjaga adab.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help