Ramadan 2018

Masjid Jami Al-Mukarromah Mulanya Lebih Dikenal dengan Masjid Keramat Kampung Bandan

Masjid Jami Al-Mukarromah memiliki sejarah panjang dalam penyebaran Islam di ibu kota.

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Masjid Jami Al-Mukarromah memiliki sejarah panjang dalam penyebaran Islam di ibu kota.

Awalnya, masjid yang dibangun pada 1789 oleh oleh Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri terletak di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, ini lebih dikenal dengan nama Masjid Keramat Kampung Bandan.

Nama tersebut diambil karena lokasi masjid berada di perkampungan Bandan dan di areal kompleksnya ada makam keramat.

Cerita itu disampaikan Ketua Masjid Jami Al-Mukarromah, Habib Alwi bin Ali-Asy-Syathri saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya pada Rabu (16/5/2018).

“Sebelumnya ini masjid lebih dikenal sebagai Masjid Keramat Kampung Bandan, karena Kampung Bandan itu merupakan wilayah perkampungannya, sedangkan keramatnya itu karena ada makam wali Allah yang dikeramatkan, penyebar agama Islam di wilayah utara sini,” terang Habib Alwi.

Sejak 1947, barulah nama Masjid Keramat Kampung Bandan diubah menjadi Masjid Jami Al-Mukarromah.

Di areal kompleks masjid ada beberapa makam para habib di antaranya Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi (wafat pada 23 Muharram 1118 H), Habib Ali bin Abdurrahman Ba’Alwi (wafat 15 Ramadhan 1122 H), dan Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syathri (wafat 18 Muharam 1326 H), pendiri masjid.

Makam ketiga habib itu ditutup dengan gorden berwarna hijau dengan lafaz arab di sekelilingnya.

Ada lagi satu makam di dalam masjid yang tidak tertutup gorden, yaitu makam Habib Ali Bin Alwi bin Abdurrahman Asy-Syathri yang wafat pada Jumat 13 Agustus 2010.

Habib Alwi pun mempersilakan siapapun yang hendak berziarah ke makam keramat tersebut, dengan catatan harus menjaga adab.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help