Menteri Pertanian Jamin Stok Pangan saat Ramadan Aman

Kementerian Pertanian sudah menyiapkan pasokan pangan 20 persen lebih banyak dari hari biasa

Menteri Pertanian Jamin Stok Pangan saat Ramadan Aman
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin dalam media gathering di PT Food Station Tjipinang Jaya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Pasokan pangan dan bahan pokok untuk masyarakat dipastikan aman dan tidak ada kenaikan harga jelang bulan Ramadan dan Lebaran.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat dihubungi lewat telepon genggam oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di PT Food Station Tjipinang Jaya, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

"Kami harap masyarakat Indonesia tidak usah panik. Stok sudah kami persiapkan, berbeda dengan hari biasa," ujar Amran Sulaiman lewat sambungan telepon, Rabu (16/5/2018).

Dalam menyambut bulan Ramadan dan Lebaran nanti, Kementerian Pertanian sudah menyiapkan pasokan pangan 20 persen lebih banyak dari hari biasa.

Dengan stok yang cukup tersebut, Amran Sulaiman meyakinkan masyarakat bahwa harga pangan dan bahan pokok berusaha ditekan agar tidak ada kenaikan harga.

"Kita menyiapkan stok pangan seperti cabai, beras, bawang 20 persen di atas kebutuhan hari biasa. Tidak ada alasan harga naik, kita beritahu pedagang-pedagang di kota. Kita sinergi semua pihak untuk menekan harga," ujar Amran Sulaiman.

Baca: 44 Pasar Tradisional akan Masuk Info Pangan Jakarta

Menteri Pertanian juga memastikan stok beras saat ini aman, karena suplai beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) di atas 44 ribu ton atau hampir dua kali lipat dari standar yang diberlakukan dan saat ini panen pun masih terus berlanjut.

Berdasarkan data Kementan yang dihimpun TribunJakarta.com, ketersediaan pangan seperti cabai dan bawang merah selama bulan Ramadan atau Mei-Juni 2018 dipastikan surplus.

Cabai besar, ketersedianya pada Mei mencapai 106.242 ton, sedangkan kebutuhan hanya 97.741 ton sehingga surplus 8.501 ton.

Halaman
12
Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help