Surabaya Diteror Bom

Pasukan Para Komando Turun Tangan Kejar Teroris, Kapolri-Panglima TNI Atur Strategi

Operasi pemberantasan aksi teroris di Indonesia tak hanya melibatkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pasukan Para Komando Turun Tangan Kejar Teroris, Kapolri-Panglima TNI Atur Strategi
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (20/12/2017).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Operasi pemberantasan aksi teroris di Indonesia tak hanya melibatkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, operasi penanganan teroris di Tanah Air melibatkan pasukan khusus dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

"Unsur-unsur di dalamnya kekuatan dari pasukan khusus darat, laut dan udara yang terpilih terbaik," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, komando operasi khusus gabungan TNI sudah direstui Presiden Joko Widodo, dan kemudian diresmikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Tugas-tugasnya untuk apa, pasti karena pasukan itu pasukan yang tersiapkan dengan baik, baik secara infrastruktur kapasitas, mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru, kemana pun dalam tempo yang secepat cepatnya," ucapnya.

Ia menjelaskan, tugas para komando ini akan dikomunikasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Para komando di bawah Panglima TNI. Jadi itu inisiasi penuh dari Panglima TNI," paparnya seraya memastikan tidak ada Peraturan Presiden untuk menangani operasi khusus penanganan teroris di Indonesia.

"Nggak perlu payung hukum," jelasnya.

"Ini operasi , operasi yang harus dijalankan untuk preventif agar masyarakat merasa tenang. Bahwasanya saat ini terjadi situasi, itulah hukum alam. Hukum aksi dan reaksi. Begitu teroris melakukan aksi kita berekasi," tambah Moeldoko.

Tonton juga:

Mantan Panglima TNI mengimbau masyarakat untuk tenang dan menyikapi peristiwa teror tanpa kekhawatiran yang berlebihan.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help