Surabaya Diteror Bom

Pasukan Para Komando Turun Tangan Kejar Teroris, Kapolri-Panglima TNI Atur Strategi

Operasi pemberantasan aksi teroris di Indonesia tak hanya melibatkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pasukan Para Komando Turun Tangan Kejar Teroris, Kapolri-Panglima TNI Atur Strategi
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (20/12/2017).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

"Serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan, kepolisian dan TNI bekerja penuh. BIN dan seluruh jajaran juga bekerja bersama-sama. Jadi percayakan penuh pada instrumen keamanan yang akan bekerja, enggak usah khawatir kalau ada persitiwa seperti Riau hari ini," urainya.

Moeldoko mengemukaka, para komando yang dilibatkan dalam operasi penanganan teror bisa digunakan untuk operasi perang maupun non perang.

"Sekarang ini perannya adalah tetap membantu kepolisian. Nanti kalau UU sudah turun kita akan sesuaikan," katanya.

Baca: Terduga Teroris di Tangerang Kerap Curi Perhatian Ibu-ibu Sekitar karena Hal Ini

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, telah meminta bantuan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ikut melakukan operasi bersama penangkapan teroris setelah terjadi tiga ledakan bom di Surabaya.

"Tadi pagi saya sudah telepon Panglima TNI Marsekal Hadi. Saya minta: Pak Kalau bisa kita bergabung. Saya akan kirim dari Kopassus. Terimakasih..." kata Tito Karnavian dalam acara Indonesia Lawyer Club di TV One, Selasa (15/5/2018) semalam.

Tito berharap, mudah-mudahan teman-teman dari Kopassus sudah bergabung karena akan ada beberapa penangkapan yang akan kita lakukan.

"Jangan sampai peristiwa seperti surabaya, terjadi lagi. Kita akan tutup semua."

Tonton juga:

Untuk diketahui, Minggu (13/5/2018) di Surabaya, Tito juga mengatakan, "Saya sudah minta bapak Panglima TNI, beliau kirimkan kekuatan untuk lakukan operasi bersama melakukan penangkan sel-sel JAD dan JAT yang diduga akan melakukan aksi," kata Tito.

Menurut Tito, penindakan terhadap terduga terorisme akan terus dilakukan.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help