Rohaniawan Muda Amerika di Indonesia Ini Ingin Jadi Atlet Lompat Galah di Olimpiade

"Setelah saya di sini, saya akan menekuni olahraga lompat galah. Saya sangat senang bermain itu. Tujuan saya adalah agar bisa masuk olympics,"

Rohaniawan Muda Amerika di Indonesia Ini Ingin Jadi Atlet Lompat Galah di Olimpiade
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Elder Mcwhorter selaku Pembina Rohani Muda yang mengajarkan bahasa Inggris di Gereja Yesus Kristus Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Di usianya yang masih belasan tahun, namun jiwanya kadung terketuk dan mencintai perdamaian.

Terlihat dari ekspresi raut wajahnya yang acapkali senyum nan ramah dengan orang yang baru dikenalnya.

Baca: Peragakan Adegan Pembakaran Calon Istri di Tangerang, Stevanus Menitikan Air Mata

Namanya Elder Mcwhorter, remaja yang telah menyelami dunia kerohanian di usianya yang baru menginjak 19 tahun.

Usai lulus dari SMA di negeri asalnya, sebuah tugas membawanya ke Indonesia untuk mengajarkan bahasa Inggris dan seputar rohani di Gereja Yesus Kristus di kawasan Jakarta Selatan.

"Saya baru lulus tahun kemarin dari Texas. Sebelum mau masuk kuliah. Saya ingin mengajarkan ajaran rohani secara baik-baik. Kemudian saya mendapatkan tugas dari gereja saya untuk mengunjungi Jakarta untuk menyebarkan kebaikan dengan baik baik di Gereja Yesus Kristus di Jakarta," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, Rabu (16/5/2018), Tebet, Jakarta Selatan.

Baca: Di Mata Warga, Terduga Teroris Tangerang Berbadan Tegap, Ganteng dan Tidak Berewok

Selama mendiami Ibukota Jakarta, ia berujar tidak digaji ataupun dibayar.

Elder Mcwhorter mengungkapkan ia adalah seorang relawan Pembina Rohani Muda yang dengan ikhlas mengajar jemaat di Jakarta.

"Saya baru 10 bulan di Indonesia saat ini, saya sebenarnya pernah belajar bahasa Indonesia di Amerika selama 6 minggu tapi saya tetap tidak bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Dan selama disini saya tidak dibayar. Dapat duit dari orang tua saya dan tabungan saya untuk hidup," terangnya seraya tersenyum.

Selepas masa tugasnya selesai di Jakarta, ia pun memutuskan ingin menekuni olahraga lompat galah, bidang olahraga yang telah ia geluti sejak masih duduk di bangku sekolah.

Baca: Diborgol dan Tertunduk, Terduga Teroris di Tangerang Pasrah Ketika Polisi Geledah Kamar Mesnya

"Setelah saya di sini, saya akan menekuni olahraga lompat galah. Saya sangat senang bermain itu. Tujuan saya adalah agar bisa masuk olympics (olimpiade, red). Semoga saya bisa menjadi atlit lompat galah," tuturnya.

Ia pun menilai bahwa semua orang Indonesia sangat baik dan ramah.

"Saya engga tahu ya apa karena saya bule. Saya belajar banyak dari orang Indonesia. The people are amazing. Masakannya enak, orang-orang sangat baik," ujarnya.

Baca: Teman Terduga Teroris Sesama Penjual Kebab: Orangnya Pendiam dan Tertutup

Selama tinggal di Jakarta, ia memiliki jadwal yang cukup padat.

"Saya tidak boleh pulang dan tidur. Setiap hari bangun jam setengah 7. Kemudian olahraga 30 menit dan sarapan buah-buahan. Kemudian saya mengajar dan bikin janji dengan orang-orang. Jam 9 malam kami pulang, itu rutin kami lakukan," pungkasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help