Surabaya Diteror Bom

Sebelum Lakukan Pengeboman, Dita Sempat Minta Didoakan Mati Syahid ke Ibu

"Tidak pernah nelepon, ditelpon tidak pernah diangkat, ketika ditanya kenapa gak angkat telepon dia jawab nama saya gak ada di hpnya," ujar Sumijati.

Sebelum Lakukan Pengeboman, Dita Sempat Minta Didoakan Mati Syahid ke Ibu
ist/sumber kepolisian Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden ledakan bom di Gereja Surabaya menyisakan luka mendalam bagi banyak pihak.

Tak hanya korban, namun dari pihak pelakupun juga sama.

Dita Oepriarto melakukan pengeboman dengan menggunakan mobil Avanza yang ditabrakan ke gereja hingga terjadi ledakan.

Bom ternyata berada di dalam mobil.

"Ledakan di gereja jalan Arjuno yang paling besar," jelas Tito.

Baca: Musdah Mulia Sebut 120 Wanita Siap Jadi Pelaku Aksi Bom Bunuh Diri, Begini Penjelasannya

Sumijati, orang tua Dita Oepriarto sangat terpukul mendengar kalau anaknya lah yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Surabaya.

Ia juga mengungkap siapa Dita sebenarnya.

Sumijati pun tidak curiga sama sekali dengan gerak gerik anaknya.

Hal itu terjadi karena sejak duduk dibangku SMA Dita sudah tidak tinggal bersamanya dan keluarga dirumah.

Tidak seperti teroris-teroris lainnya yang bersal dari pondok, Dita justru tidak seperti itu.

Halaman
1234
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help