Wanita Muda Ini Jadi Budak Seks ISIS Selama 3 Tahun dan Diperkosa oleh 7 Pria Secara Brutal

Anak berusia 16 tahun itu berbaring di sampingnya di atas kasur yang berada di lantai, anak tersebut tidak mampu mengangkat kepalanya.

Wanita Muda Ini Jadi Budak Seks ISIS Selama 3 Tahun dan Diperkosa oleh 7 Pria Secara Brutal
intisari.grid.id
Souhayla, seorang gadis berusia 16 tahun yang melarikan diri dari Isis. 

Desa-desa di kaki gunung telah lama menjadi fondasi kehidupan bagi Yazidi, sebuah minoritas kecil yang jumlahnya kurang dari dua persen dari penduduk Irak yang berjumlah 38 juta jiwa.

Kepercayaan dari Yazidi dianggap sebagai politeisme dan dikategorikan berbahaya dalam kelompok teroris ISIS.

ISIS berpendapat bahwa kedudukan agama minoritas menjadikan mereka memenuhi syarat untuk perbudakan.

Pada 3 Agustus 2014, konvoi pejuang melaju ke lereng curam, menyusuri lembah yang bersebelahan.

Di antara kota-kota pertama yang mereka lewati dalam perjalanan mendaki gunung adalah Til Qasab, dengan bangunan-bangunan betonnya yang rendah yang dikelilingi oleh dataran rumput.

Di situlah Souhayla, 13 tahun, tinggal.

Sebanyak 6.470 Yazidi di gunung diculik, menurut pejabat Irak, termasuk Souhayla.

Tiga tahun kemudian, 3.410 masih dalam tahanan atau tidak terhitung, Qaidi dari biro penyelamat penculikan mengatakan.

Baca: Alarm Dibunyikan, Ratusan Anggota Polres Depok Bersenjata Keluar, 2 Orang Ini Diminta Menyerah

Selama dua tahun pertama dari penawanannya, Souhayla berhasil melewati sistem perbudakan seksual ISIS, diperkosa oleh total tujuh pria, katanya.

Ketika dorongan untuk mengambil kembali Mosul dimulai, daerah itu dilempari oleh artileri, serangan udara dan bom, serta ditembaki oleh tembakan helikopter tempur.

ISIS mulai kehilangan cengkeramannya di kota saat itu dan Souhayla mulai melarikan diri.

Taalo sekarang menghabiskan hari-harinya dengan merawat keponakannya agar kembali sehat.

Dia menggunakan kain lap untuk mengusap dahinya, saat Souhayla berbaring di pangkuannya.

Mulutnya terbuka dan matanya berputar kembali.

Setelah melarikan diri, hampir dua minggu berlalu.

Souhayla kesulitan untuk berdiri, kakinya tidak stabil.

Bahkan selain Souhayla, para wanita lain korban ISIS belum terbangun, lebih dari seminggu yang lalu. (Intisari-Online.com/Adrie P. Saputra)

Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help