Bagikan 1.000 Akta Kelahiran, Mensos: Agar Negara Berkewajiban Melindungi

Acara tersebut diadakan oleh WanaArtha Life, sebuah perusahaan asuransi, bersama Yayasan Pondok Kasih.

Bagikan 1.000 Akta Kelahiran, Mensos: Agar Negara Berkewajiban Melindungi
TribunJakarta/Jaisy Rahman
Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham, menghadiri acara dan turut membagikan 1000 akta kelahiran kepada orang-orang tidak mampu di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (17/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham, menghadiri acara dan turut membagikan 1.000 akta kelahiran kepada orang-orang tidak mampu di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (17/5/2018).

Acara tersebut diadakan oleh WanaArtha Life, sebuah perusahaan asuransi, bersama Yayasan Pondok Kasih.

Baca: Terbuai Bisa Hilangkan Kesialan, 2 Wanita di Singapura Ditipu Rp 15 Juta demi 9 Botol Air Suci

Idrus menganggap penting acara ini karena akta kelahiran merupakan identitas penting bagi setiap warga, agar negara berkewajiban melindunginya. 

"Saya kira yang dilakukan ini sangat mendasar, karena menentukan bagaimana status orang yang akan diberikan akte kelahiran dan itu sangat autentik, dan menentukan identitas orang itu, dan ini punya implikasi hukum," ujarnya. 

"Dan juga kebalikan dengan adanya akte itu, pemerintah berkewajiban melindungi mereka ini. Dilindungi apa anak-anak kalau jelas identitasnya kita lindungi jangan sampai ada eksploitasi, jangan sampai ada perdagangan anak, jangan sampai ada pelecehan seksual,"  lanjutnya. 

Baca: Bapak dan Anak Terduga Teroris Ditangkap Densus, Keduanya Jualan Mi Ayam dan Usaha Sablon

Presiden Komisaris WanaArtha Life, Evelina Pietrushcka mengatakan tidak hanya melibatkan Kementerian Sosial, namun juga lima kementerian lainnya untuk bisa mengadakan 1.000 akta kelahiran untuk anak-anak yang tidak mampu. 

"Ternyata ada enam menteri yang diperlukan untuk bisa membantu anak-anak miskin yang belum mempunyai akta lahir. Itu adalah masalah hulu yang harus kita pikirkan bersama pemerintah. Merupakan public privat partnership antara privat sector dengan pemerintah dengan NGO, dan di sini ada Pondok Kasih juga, untuk kita kerja sama," paparnya. 

"Jadi mudah-mudahan ada banyak lagi privat sector yang lain untuk bisa membantu bekerja sama dengan pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah negara," lanjutnya. 

Pemberian 1000 akta kelahiran ini dilakukan WanaArtha Life, karena merujuk pada angka kepemilikan akta di Banten yang baru mencapai 78,24% dan masih menyisakan 21,76% anak usia 0-18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran. 

Selain merealisasikan 1000 akta kelahiran, Public-Privat Partnership (PPP) atau kemitraan pemerintah-swasta ini juga membagikan 100 akta nikah dan mobil pintar untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak usia sekolah.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help