Terbuai Bisa Hilangkan Kesialan, 2 Wanita di Singapura Ditipu Rp 15 Juta demi 9 Botol Air Suci

Air tersebut, kata si penjual, bisa menyembuhkan segala kesialan yang mereka terima, dan mengatasi berbagai permasalahan.

Terbuai Bisa Hilangkan Kesialan, 2 Wanita di Singapura Ditipu Rp 15 Juta demi 9 Botol Air Suci
Pixabay/mohamed_hassan Ilustrasi Wanita Minum Air. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SINGAPURA - Dua orang perempuan di Singapura melaporkan telah menjadi korban penipuan kepada polisi setempat.

Oddity Central mewartakan Kamis (17/5/2018), keduanya ditipu seorang pria yang telah menjual sembilan botol yang diklaim berisi air suci.

Baca: Lagi, Densus 88 Tangkap Kakak Beradik Terduga Teroris di Malang, Sang Kakak Bekerja di UNM

Air tersebut, kata si penjual, bisa menyembuhkan segala kesialan yang mereka terima, dan mengatasi berbagai permasalahan.

Yang dan adiknya, mengaku seharusnya mereka berpikir dua kali ketika merogoh kocek hingga 1.450 dolar Singapura, atau Rp 15,1 juta, untuk membeli air tersebut.

Kepada harian Lianhe Wanbao, awalnya adik Yang berkata kalau ada pedagang diduga berasal dari Indonesia yang mengaku punya obat ajaib untuk mengatasi masalah.

Baca: Di Musala Ini, Warga Kemang Ini Jalankan Salat Tarawih Secara Sederhana, Tanpa Pengkhotbah

Saat itu, kesulitan finansial tengah membelit Yang dan keluarganya. Sebab, perempuan 30 tahun itu dan suaminya sama-sama tidak bekerja.

Ketika Yang diajak adiknya melihat pedagang itu, dia kemudian terbuai dengan segala perkataan manisnya bahwa air suci itu sanggup mengubah peruntungan keluarga Yang.

Saat itu, Yang memikirkan kedua anaknya yang tinggal bersama keluarga angkat. "Saya berharap, kekuatan air itu bisa membuat mereka kembali pulang," katanya.

Pedagang tersebut mengklaim dirinya sebagai guru spiritual, dan berkata "air suci" itu bisa memberi keberuntungan.

Singkat kata, mereka membeli sembilan botol seharga 1.450 dolar Singapura. Sang "guru spiritual" meminta mereka menyesap sesendok air itu setiap hari.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help