Surabaya Diteror Bom

MUI Jawab Surat Wali Kota Risma Soal Pemakaman Jenazah Pengaku Bom Ditolak Warga

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sudah mengirimkan surat kepada Majelis Ulama Indonesia Surabaya, terkait pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri

MUI Jawab Surat Wali Kota Risma Soal Pemakaman Jenazah Pengaku Bom Ditolak Warga
Tangkapan layar Kompas TV
Warga Putat Jaya, Surabaya, menutup tujuh liang kubur yang dipersiapkan tujuh pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo pada Kamis 917/5/2018). TANGKAPAN LAYAR KOMPAS TV 

Laporan Wartawan Surya, Pipit Maulidiya

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sudah mengirimkan surat kepada Majelis Ulama Indonesia Surabaya, terkait pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri pada Jumat (18/5/2018).

Risma perlu meminta fatwa MUI menyusul sejumlah warga Surabaya menolak pemakaman di wilayahnya sebagai tempat untuk menguburkan tujuh pelaku bom bunuh diri.

Ainul Yaqin, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, membenarkan sudah menerima surat Wali Kota Surabaya itu.

"Bu Risma berkirim surat ke MUI Surabaya. Nanti MUI Surabaya yang akan menjawabnya," kata Ainul Yaqin saat dihubungi SURYA.co.id.

Ainul Yaqin menegaskan apapun bentuk penolakannya, mengubur jenazah bagi Muslim adalah kewajiban.

"Prinsip memang mengubur jenazah Muslim adalah wajib kifayah. Jika tidak ada yg mengubur semua berdosa. Memang terorisme adalah kejahatan, yang ditimbulkan antara lain karena paham yang salah. Tapi bagaimanapun adalah muslim lebih-lebih dia juga salat," terang Yaqin.

Ditolak warga

Setelah keluarga menolak mengambil dan menguburkannya, jenazah mereka juga ditolak waga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. 

Sedianya, ada tujuh jenazah yang akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Putat Gede, Kelurahan Putat Jaya, bahkan tujuh liang kubur sudah digali.

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help