Polisi Tangkap Komplotan Spesial Pencuri Kendaraan Bermotor di Rumah Kosong

Komplotan tersebut selalu membawa senjata api rakitan dan senjata tajam dalam menjalankan aksinya

Polisi Tangkap Komplotan Spesial Pencuri Kendaraan Bermotor di Rumah Kosong
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas kepolisian dari tangan ketujuh pelaku yang berhasil ditangkap oleh pihak berwenang, Jumat (18/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Subditumum / Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap komplotan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang telah menjalankan aksinya puluhan kali di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sebanyak tujuh orang yang terlibat dalam komplotan tersebut diamankan petugas, yakni RS, RD alias Edo, ST alias Wito, SM, RS alias Rian, AS alias Adit, dan EG alias Eka.

Komplotan tersebut selalu membawa senjata api rakitan dan senjata tajam dalam menjalankan aksinya, mereka pun tak segan untuk melukai korbannya bila melakukan perlawanan.

"Pelaku ada tujuh orang, mereka selalu membawa senjata, RS ini kaptennya, dia yang bawa senjata api rakitan, yang lainnya bawa senjata tajam," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat (18/5/2018).

Dalam menjalankan aksinya, ketujuh orang ini memiliki perannya masing-masing.

Baca: Polisi Amankan Pelajar SMP di Tangerang saat Tawuran Menjelang Sahur

"RS, RD, SM, Rian ini yang masuk ke rumah, AS dan ST menunggu di luar, mengamati lingkungan sekitar, sementara EG ini penampung atau penadah," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lebih lanjut Argo menjelaskan, komplotan ini adalah kelompok Sumatera dan merupakan spesialis pencuri kendaraan bermotor di rumah kosong.

"Kelompok ini dari Sumatera, khusus mencuri kendaraan bermotor di rumah kosong, rumah yang di tinggal pemiliknya ataupun yang pemiliknya sedang tertidur lelap," kata dia.

Dari lokasi penangkapan, pihak kepolisian menyita satu pucuk senpi jenis revolver, satu pucuk air soft gun, lima butir peluru, satu kunci 8 mm, empat kunci letter T, dua kunci L yang sudah dimodifikasi, satu buah gerinda, empat buah obeng, dua buah tang, satu kunci pas, empat pasang plat nomor, 17 buah telepon genggam, satu unit tablet, satu buah kapan dan pisau,dua buah parang, tujuh buah STNK, dan empat unit sepeda motor.

Ketujuh tersangka ini akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help