Bertemu Kembali di Jumpa Pers, Marquez Curi-curi Pandang, Rossi Melengos

Untuk kali pertama Valentino Rossi dan Marc Marquez duduk satu meja di depan publik sejak insiden tabrakan di MotoGP Argentina, 8 April lalu

Bertemu Kembali di Jumpa Pers, Marquez Curi-curi Pandang, Rossi Melengos
AFP
Valentino Rossi tidak menggubris keberadaan Marc Marquez pada konferensi pers di Sirkuit Le Mans, Kamis (17/5/2018) lalu 

TRIBUNJAKARTA.COM - Konferensi pers jelang MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Kamis (17/5/2018) lalu adalah konferensi pers yang sangat ditunggu-tunggu oleh jurnalis dan pecinta MotoGP. Pasalnya, di konferensi pers itu untuk kali pertama Valentino Rossi dan Marc Marquez duduk satu meja di depan publik sejak insiden tabrakan di MotoGP Argentina, 8 April lalu.

Namun, tak seperti yang diperkirakan, tak ada drama dalam pertemuan antara rider Yamaha dan pebalap Honda tersebut. Tidak ada perang kata-kata antara Rossi dan Marquez.

Kondisi itu terjadi karena tidak ada pertanyaan dari jurnalis yang berkaitan dengan perseteruan kedua pebalap. Alhasil, konferensi pers itu akhirnya berlangsung damai.

Rossi sendiri terlihat tidak terlalu peduli dengan keberadaan Marquez saat konferensi pers. Ia hampir tidak pernah melihat ke arah Marquez ketika juara bertahan MotoGP itu menjawab pertanyaan dari jurnalis.

Sebaliknya, Marquez justru kerap cuti-cuti pandang melihat ke arah Rossi yang duduk dua bangku di sebelah kanannya. Pebalap Tech3 Yamaha Johann Zarco mengapit Rossi dan Marquez dalam konferensi pers MotoGP Prancis.

Dalam konferensi pers itu Rossi terlihat lebih sibuk berbicara dengan pebalap Aprilia Aleix Espargaro yang duduk di sebelah kanannya. Selain itu juga tidak tampak adanya jabat tangan antara Rossi dan Marquez sepanjang konferensi pers berlangsung.

Dengan kondisi sulit yang dihadapi Yamaha dengan perangkat elektronik sepeda motor M1, Rossi sepertinya sadar perseteruan dengan Marquez adalah hal terakhir yang diinginkannya jelang tampil di Sirkuit Le Mans.

Tidak kompetitifnya sepeda motor M1 membuat Rossi kini terpuruk di klasemen sementara MotoGP 2018. Memasuki MotoGP Prancis pebalap 39 tahun itu berada di posisi enam dengan 40 poin. Rossi tertinggal hingga 30 poin dari Marquez di puncak klasemen.

Rossi tidak tahu kapan pastinya YZR M1 bisa menemukan kekuatan untuk bersaing dengan Honda RC213V yang dikendarai Marc Marquez. Hanya saja, ia membidik keberuntungan datang kepadanya di GP Le Mans. Ia melihat, Sirkuit Bugatti cocok dengan gaya mengemudinya.

"Secara historis Yamaha bagus di Le Mans. Saya juga (mencetak hasil) bagus bersama Ducati dengan dua podium. Jadi ini adalah trek yang bagus. Lintasannya sangat datar dan ada perasaan luar biasa untuk melintas di atasnya, karena tingkat cengkeraman (ban) sangat tinggi tahun lalu," kata The Doctor dikutip laman Crash.net.

Sementara Marquez melihat balapan kali ini sebagai ujian sebenarnya untuk Yamaha. Pasalnya, sirkuit di Prancis tersebut selalu menjadi tempat Yamaha mendulang poin besar.

Yamaha menang di Le Mans pada 2015, 2016, dan 2017. Musim lalu, mereka bahkan berhasil di urutan pertama dan kedua, karena Johann Zarco, pebalap tim Yamaha Tech 3 menjad runner-up.

"Dalam hal hasil balapan, musim ini masih sangat bagus (untuk Honda), tapi saya pikir ini adalah tes yang lebih besar untuk Yamaha, karena jika mereka tidak mencetak hasil bagus, maka performa mereka akan terbukti buruk," kata Marquez dikutip laman Motorsport.com.

"Banyak hal berubah dari sebuah sirkuit ke sirkuit lain. Yamaha mungkin menderita di Jerez, tapi secara teori, ini adalah sirkuitnya Yamaha. Mereka selalu sangat cepat di sini, dan saya pikir tahun ini, tidak akan berubah."

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help