Home »

News

» Jakarta

Dikritik, Pemprov DKI Jakarta Perimbangkan Pemindahan Lokasi Salat Tarawih Berjamaah dari Monas

"Menunggu Pak Gubernur yang akan kembali pagi ini. Kami akan diskusi dan ambil keputusan segera," katanya.

Dikritik, Pemprov DKI Jakarta Perimbangkan Pemindahan Lokasi Salat Tarawih Berjamaah dari Monas
Tribun Jakarta.com/Novian Ardiansyah
Lapangan Monumen Nasional disiapkan untuk jamaah yang inginn mengikuti salat gerhana, Rabu (31/1/2018) Tribun Jakarta.com/Novian Ardiansyah 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR -- Sejumlah organisasi Islam mengkritik rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar Salat Tarawih di kawasan Monumen Nasional.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan menyampaikan masukan itu ke Gubernur Anies Baswedan, terkait kemungkinan memindahkan lokasi Salat Tarawih akbar tersebut.

"Bisa di mana saja. Kemungkinan ke Istiqlal, Jakarta Islamic Center, ke Masjid Raya Hasyim Asy'ari. Ini masukan buat kami," ujar Sandi di kawasan Monas, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Sandi akan segera berdiskusi dan mengambil keputusan bersama, sekembalinya Anies Baswedan dari India.

Baca: Hari Sabtu Minggu Depan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Gelar Tarawih di Monas

"Menunggu Pak Gubernur yang akan kembali pagi ini. Kami akan diskusi dan ambil keputusan segera," katanya.

Perhelatan acara tersebut, kata Sandi, sejatinya bertujuan menyatukan, tidak ingin berbalik justru membuat bangsa terpecah belah.

Namun, ia akan mempertimbangkan masukan dari tiga organisasi Islam itu dengan matang.

"Jangan sampai malah menjadi pemecah belah, malah menjadi bahan yang menurunkan ketakwaan. Masukannya akan kami terima, sebelumnya justru banyak ulama yang menginginkan ada tarawih di Monas," kata Sandi.

Baca: Bukan di Masjid Istiqlal, MUI Pertanyakan Alasan Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih di Monas   

Ia juga mengatakan, digelarnya tarawih di Monas karena banyak ulama yang menginginkan itu. Namun, dirinya berjanji menindaklanjuti kritikan dari pihak ulama maupun masyarakat yang berkeberatan.

"Tentunya harus kita tampung semua, dan kita tidak akan memaksakan diri seandainya sebagian dari para ulama dan masyarakat tidak menyarankan," paparnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan PBNU, mengkritik digelarnya tarawih akbar di Monas.

Mereka menilai akan muncul kesan politis, juga kurang elok, karena bersebelahan dengan masjid terbesar di Asia Tenggara, Istiqlal.

"Di Istiqlal saja, biar tidak timbul konflik," kata Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Tarawih Akbar di Monas Tuai Kritikan, Anies-Sandi Kemungkinan Bakal Pindahkan Lokasi

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help