Batal di Monas, Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal, Begini Kata Anies

"Kita mendengar yang disampaikan para ulama, dan kita dalam urusan ibadah ya merujuk pada para ulama," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Batal di Monas, Pemprov DKI Gelar Salat Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal, Begini Kata Anies
ISTIMEWA/Instagram
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR- Setelah muncul pro dan kontra, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk membatalkan rencana menggelar salat tarawih akbar di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Tarawih tetap dilaksanakan pada Sabtu (26/5) mendatang, namun tempatnya dipindah ke Masjid Istiqlal.

Baca: Merapi Batuk Lagi, Ada Gemuruh dan Hujan Abu

"Kita mendengar yang disampaikan para ulama, dan kita dalam urusan ibadah ya merujuk pada para ulama," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Senin (21/5).

"Karena itu kemudian rencana salat tarawih akan tetap jalan pada 26 Mei dan insyaallah di Masjid Istiqlal. Sudah koordinasi dengan pengelola Istiqlal, karena itu masjid yang posisinya mudah dijangkau, di tengah, dan lain-lain, (maka) digunakan Istiqlal," tambahnya

Anies menegaskan bahwa lebih baik menaati ulama untuk permasalahan agama, sehingga dirinya memutuskan untuk melaksanakan tarawih di Masjid Istiqlal.

"Jadi kita taat pada apa yang menjadi pandangan para ulama, apalagi menyangkut urusan ibadah. Ini bukan urusan lain. Kalau urusan ibadah, kita ikut pada pedoman yang digariskan ulama," ujarnya.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga menyatakan hal yang sama, bahwa pihaknya mengikuti saran dari para ulama untuk mengganti lokasi tarawih akbar tersebut.

Baca: 20 Tahun Reformasi, Amien Rais Bersyukur Menjadi Satu dari Sekian Tokoh Reformasi

"Jadi tadi kita sudah meng-update (bersama) pak Gubernur. Dan pak Gubernur sampaikan bahwa tentunya kita harus mengikuti apa yang diinginkan oleh para ulama, dan tadi sudah kita koordinasikan juga dengan teman-teman NU, Muhammadiyah, di MUI," kata Sandi di kawasan Kantor Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

"Dan akhirnya setelah kita pertimbangkan, kita akan ikuti saran dari ulama. Kita lagi mencoba berkoordinasi dengan Masjid Istiqlal, apakah bisa melakukan satu koordinasi supaya buka puasa dan Tarawihnya bisa dilakukan di Masjid Istiqlal," tambahnya.

Dikatakan Sandi, masalah lokasi salat Tarawih berjamaah ini sudah masuk ke ranah fikih.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help