Hari Kelahiran Pancasila

Hari Kelahiran Pancasila, Momentum Kikis Gerakan Radikal dan Terorisme

Menurutnya, momentum Hari Kelahiran Pancasila diharapkan mengikis gerakan radikal termasuk terorisme.

Hari Kelahiran Pancasila, Momentum Kikis Gerakan Radikal dan Terorisme
Tribun Jakarta/Wahyu Aji
Ahmad Sahroni 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III Ahmad Sahroni berharap hari Kelahiran Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan menghargai kebhinekaan.

Menurutnya, momentum Hari Kelahiran Pancasila diharapkan mengikis gerakan radikal termasuk terorisme.

Politikus Partai NasDem ini mengingatkan, dengan pancasila sebagai dasar negara, pendiri negara telah mempersatukan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa serta kebudayaan menjadi satu bangsa.

Sayangnya hingga beberapa tahun terakhir, upaya menghancurkan persatuan masih terus tampak di tanah pertiwi.

“Terkait Hari Kelahiran Pancasila, saat ini saya pribadi menganggap yang sedang marak sekarang tentang radikalisme mungkin sudah keluar dari ranah semestinya. Padahal dasar kita bernegara dari Pancasila dan UUD,” kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Sahroni mengungkapkan, penanggulangan terorisme meski terus dilakukan oleh penegak hukum dibantu TNI, tapi semakin banyak dan bibitnya dalam proses pembesaran.

Bahkan tak hanya dengan upaya pembibitan terhadap kaum muda, aksi terorisme yang dilakukan beberapa waktu lalu bahkan melibatkan anak-anak.

“Radikalisme model baru ini melibatkan anak. Doktrinnya luar biasa, melalui media sosial, misalnya mengajarkan anak bukan lagi bercita-cita jadi presiden, dokter atau pengusaha besar. Ini kultur yang harus diperbaiki dari atas ke bawah. Sedih melihat Indonesia dengan kultur luar biasa dibandingkan negara lain di dunia harusnya lebih adem dan terjalin silatirahmi yang hebat,” kata Sahroni.

Lebih lanjut mengingatkan, upaya pengkaderan terus dilakukan jaringan teroris.

Bukan hanya telah menjangkau lingkungan akademis seperti kampus ataupun unversitas, jaringan ini bahkan telah berani menanamkan paham radikal ke aparat penegak hukum.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help