Pj Wali Kota Bekasi Sebut Kabar Seruan Perlawanan Terhadap Dirinya Sebagai Upaya Makar

Tapi jika yang ada sebaliknya malah memobilisasi untuk memboikot, itu malah akan menjadi preseden buruk.

Pj Wali Kota Bekasi Sebut Kabar Seruan Perlawanan Terhadap Dirinya Sebagai Upaya Makar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah, saat ditemui di rumah dinas di Jalan mataram 1 No.22 Komplek Jakapermai, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Jumat (1/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT- Beredarnya seruan boikot Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah di kalangan Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dipandang sebagai tindakan makar.

Ruddy mengatakan, sebagian bagian dari sistem yang seharusnya tunduk kepada lembaga Wali Kota.

SKPD seharusnya dapat menjadi motor penggerak roda pemerintah.

Tapi jika yang ada sebaliknya malah memobilisasi untuk memboikot, itu malah akan menjadi preseden buruk.

Baca: Pendeta Henderson Bunuh Anak Angkat: Cinta Terlarang, Reaksi Istri Sampai Respon PGI

"Kalau dengan cara seperti ini berarti kan ada penggiringan dan tindakan yang ingin maaf kalau saya lebih cenderung menyebutnya upaya makar," kata Ruddy kepada TribunJakarta.com, Sabtu (2/6/2018).

Dia juga meminta kepada Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) untuk melakukan tindakan, jangan sampai ada pembiaran terhadap dugaan masalah tersebut.

"Kalau ini sampai terjadi dan ada pembiaran kita khawatirkan ada stak pemerintahan oleh sebab itu saya minta kepada KSN, jangan membiarkan ini, termasuk juga kemenpan untuk mengambil langkah, kemendagri juga mengambil langkah," jelas Ruddy.

Baca: Mari Mengenal Kesaktian Jokotole Naga Putih, Silat yang Dipakai Irfan Taklukkan Begal di Bekasi

Sebelumnya, screen shot percakapan grup Whatsapp berisi seruan untuk SKPD Pemkot Bekasi agar tidak mematuhi perintah Pj Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah tersebar di beberapa kalangan.

Seruan itu diduga dihembuskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendara Sukarmadjri.

Dalam foto percakapan itu, diduga Sekda  mengatakan "Para SKPD anda jangan mau diatur sama orang baru yang mencari popularitas di Bekasi, harus punya prinsip dan nyali untuk mengusir Pj dari bumi Bekasi. Jangan punya nyali kecil jangan mau menghadap kalau dipanggil biarkan saja kita harus kompak".

Bahkan dalam seruan itu juga Sekda mengatakan ingin meminta kepada Kementerian agar Pj Wali Kota Bekasi diganti.

“Para Kepala SKPD anda jangan mau diatur sama orang baru yang mencari popularitas di Bekasi. Harus punya prinsip dan nyali untuk mengusir Pj dari Bumi Bekasi. Jangan punya nyali kecil, jangan mau menghadap kalau di panggil. Biarkan saja kita harus kompak. Usir Rudi dari Bekasi. Kita minta ke Kementrian untuk diganti,” bunyi kalimat dalam percakapan WhatsApp tersebut.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendara Sukarmadjri hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi untuk dimintai klarifikasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help