Oknum Guru Cabul di Depok Berpesan Agar Korban Pencabulan untuk Melapor kepada Orangtua
Ia berpesan agar mereka memberitahukan kepada orangtua tentang kekerasan seksual yang menimpanya
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Oknum guru Bahasa Inggris berinisial WA yang mencabuli 13 murid mengakui tindakannya dilakukan di lingkungan sekolah dan luar sekolah.
Tidak hanya mengakui, WA yang pernah menjadi korban kekerasan seksual menyampaikan pesan kepada anak-anak yang menjadi korban pencabulan.
Ia berpesan agar mereka memberitahukan kepada orangtua tentang kekerasan seksual yang menimpanya.
"Utuk anak-anak, ketika kamu menjadi korban seperti saya segera sampaikan ke orangtua kalian. Jangan sampai kalian tidak menyampaikan ke orangtua karena rasa malu, atau rasa takut, suatu saat kalian yang menjadi pelaku seperti saya," kata WA di halaman Polresta Depok, Pancoran Mas, Depok, Jumat (8/6/2018).
Sebagai informasi, baru empat dari 13 orangtua korban yang melaporkan WA ke polisi.
Baca: Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah, Wali Kota Depok: Sesuatu yang Sangat Memukul Hati
Mengenai dirinya, WA yang kini berstatus tersangka terapi yang diberikan Komnas Perlindungan Anak Indonesia dapat memperbaiki dirinya.
"Saya berharap juga untuk diri saya supaya bisa bantu disembuhkan," tuturnya.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait menyatakan kesiapannya memberikan terapi kepada pelaku dan korban.
Terapi itu bertujuan untuk memutus tindakan kekerasan seksual kepada anak yang kerap dilakukan orang-orang terdekat anak.
"Oleh karena itu saya kira, untuk memutus mata rantai ini selain terapi kepada korban adalah pelaku dikenakan pasal 82 dari UU perlindungan anak," papar Sirait.
Terkait pelaku yang pernah menjadi korban pencabulan saat kelas V SD oleh tetangganya.
Sirait menegaskan tidak semua pelaku pencabulan atau pedofil pernah menjadi korban pencabulan.
"Tidak selalu, ada sebagian dari pengalaman masa lalu dan ada juga yang timbul karena orientasi seksual dan dorongan libido menyukai anak," tegasnya.