Info Mudik 2018

Belanja Cinderamata di Pasar Beringharjo, Tak Hanya Batik Loh

BERWISATA ke Kota Yogyakarta belum lengkap kalau belum memborong cinderamata atau suvenir khas Kota Gudeg ini.

Belanja Cinderamata di Pasar Beringharjo, Tak Hanya Batik Loh
Tribun Jogja/Bramasto Adhy
Pasar Beringharjo, Yogyakarta. TRIBUNJOGJA.COM/BRAMASTO ADHY 

TRIBUNJAKARTA, YOGYAKARTA - BERWISATA ke Kota Yogyakarta belum lengkap kalau belum memborong cinderamata atau suvenir khas Kota Gudeg ini. Tidak sulit mendapatkan aneka cinderamata seperti kaos, gantungan kunci, lukisan, hiasan dinding, dan beragam bentuk kerajinan lain yang menyuguhkan ikon Yogya.

Wisatawan hanya perlu berkunjung ke one stop shopping milik Kota Yogyakarta, yakni Malioboro. Masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjajar untuk menawarkan dagangan mereka, walaupun sedang dilakukan pengerjaan proyek revitalisasi Malioboro.

Pemburu cinderamata juga akan dimanjakan dengan hamparan cinderamata unik dan lucu yang membuat siapa saja jadi tak sabar untuk memborongnya.

Namun, belum banyak yang tahu bila sebenarnya untuk membeli cinderamata dalam jumlah besar bisa dilakukan di Pasar Beringharjo. Wisatawan kadang hanya melihat tampilan luar Pasar Beringharjo yang identik dengan batik.

Padahal pasar tradisional di Kota Yogyakarta tersebut tidak hanya menjual batik, namun juga beragam cinderamata yang dikemas dalam partai kecil dan besar dan dijajakan dengan harga yang sangat terjangkau.

Seperti yang ada di Kios Cinderamata Aneka Cantik di Los 8 Pasar Beringharjo. Pemiliknya, yakni Alfrens menuturkan bahwa ia menawarkan berbagai cinderamata mulai dari kalung etnik, kalung tembaga handmade, aneka miniatur mulai dari bentuk Tugu, Becak, Ontel, Kapal Pinisi, dompet bahan batik dan pandan.

"Ada juga aneka gantungan kunci. Harga jualnya mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 4 ribu per piece. Kalau yang paling diburu wisatawan biasanya gantungan kunci dan dompet batik," bebernya, Selasa (5/6).

Pria yang akrab disapa Bang Pen tersebut menuturkan, untuk dompet isi 5 buah dijual dengan harga Rp 15 ribu per buah. Penjualan cinderamata di kiosnya pun tidak hanya sampai di Kota Yogyakarta, sudah melanglang buana hingga Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jakarta, Bandung, Malang, dan Medan.

"Kami masih penjualan di kios. Belum merambah online," ucapnya.

Namun, bila wisatawan ingin merasakan pengalaman yang berbeda dalam berburu souvenir, tidak ada salahnya bila berkunjung di Kampung Kerajinan Keparakan pada saat akhir pekan.

Halaman
12
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help