Info Mudik 2018

Satu Kampung Ribuan Penghargaan, Yuk Main ke Kampung Lawas

NAMANYA Kampung Lawas. Sekilas, terlihat seperti kampung biasa yang berada di tengah kota Surabaya.

Satu Kampung Ribuan Penghargaan, Yuk Main ke Kampung Lawas
Tribunnews.com
Seorang pria melewati lukisan 3D di Kampung Lawas Maspati, Surabaya. TRIBUNNEWS.COM 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - NAMANYA Kampung Lawas. Sekilas, terlihat seperti kampung biasa yang berada di tengah kota Surabaya. Pertama kali melihat kampung ini, pengunjung hanya mendapati mural bergambar 3D di setiap langkah.

Tidak hanya itu, pengunjung dapat menikmati secangkir kopi di sebuah rumah yang memiliki desain jaman Belanda.

Namun, jika ditelisik lebih jauh, kampung yang hanya terdiri dari lima rukun tetangga itu memiliki sejumlah penghargaan. Mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi hingga nasional. Belum sampai di situ, baru-baru ini, UNICEF memberikan pujian kepada Kampung Lawas Maspati Surabaya.

Lalu, apa yang istimewa kampung ini? Ketua RT 3 RW 8 Kampung Lawas Maspati, Suyatno mengatakan, keistimewaan kampungnya adalah sikap Gotong Royong warga sekitar dan juga berbagai kegiatan yang dapat dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.

”Kalau dilihat sekilas ya memang sama saja. Tapi, kebersamaan di Kampung ini dan usaha-usaha kecil dari masyarakat sendiri, itu mungkin yang menjadi istimewa,” kata dia kepada tim Tour De Java Tribun.

Kampung Lawas Maspati, Surabaya. TRIBUNNEWS.COM
Kampung Lawas Maspati, Surabaya. TRIBUNNEWS.COM (Tribunnews.com)

Pria yang akrab disapa Cak Oon itu kemudian mengantarkan tim berkeliling melihat-lihat kondisi kampung. Warga sekitar begitu ramah melempar senyum. Kata Suyatno, warga kampung sudah begitu terbiasa dengan orang asing. Hampir setiap hari ada saja kunjungan ke kampung mereka. Mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, hingga ibu-ibu PKK dari luar kota Surabaya.

”Sehari bisa tiga sampai empat kali kunjungan. Ada yang rombongan, ada yang sendiri-sendiri,” lanjutnya.

Laki-laki dengan dua anak itu kemudian menunjukkan sebuah aula berukuran 5x3 meter di ujung jalan Maspati VI itu kepada tim. Dia menceritakan, aula itu digunakan sebagai tempat penyuluhan warga kepada pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai seluk beluk kampung.

Jalan sedikit, Suyatno menunjukkan sebuah bangunan yang tidak terlalu besar. Bangunan dalam kondisi rusak itu, merupakan Sekolah Ongko Loro yang sudah ada sejak jaman Belanda.

Bukan hanya itu, Cak Oon juga mengatakan bahwa Kampung Lawas Maspati menjadi saksi bisu kisah heroik arek Suroboyo dalam melawan penjajah. ”Ini rumah sejak 1907 milik keluarga M Sumargono. Rumah ini pernah jadi markas tentara pemuda Surabaya dulu,” ucapnya menunjukkan bangunan yang tidak jauh dari sekolah.

Halaman
12
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help