Info Mudik 2018

Serunya, Ribuan Santri Mudik Bareng ke Kampung Halaman

Para santri yang mondok di sejumlah pondok pesantren di Jombang juga banyak yang mudik bareng bersama teman-teman se pesantren ketimbang sendirian.

Serunya, Ribuan Santri Mudik Bareng ke Kampung Halaman
Surya/Sutono
Para santri ponpes di Jombang secara berombongan mulai memenuhi Stasiun KA Jombang untuk mudik lebaran, Sabtu (2/6/2018). SURYA/SUTONO 

TRIBUNJAKARTA.COM, JOMBANG - MUDIK bareng tak hanya dilakukan masyarakat umum. Para santri yang mondok di sejumlah pondok pesantren di Jombang juga banyak yang mudik bareng bersama teman-teman se pesantren ketimbang sendirian.

Mudik bareng, menjadi tradisi para santri yang belajar di pesantren di Jombang setiap menjelang lebaran. Mereka sebagian memilih pulang kampung bersama rekan sesama santri menggunakan moda transportasi kereta api (KA). Seperti yang terlihat di Stasiun KA Jombang, Sabtu (2/6).

Satu jam menjelang keberangkatan KA tujuan Jakarta, ratusan, bahkan ribuan santri memadati terbesar di Kabupaten Jombang itu. Salah satunya Aulia (17), santri putri Ponpes Walisongo, Cukir, Jombang.

"Saya mau mudik ke Jakarta, ini bareng dengan dua puluhan orang 20 teman satu pondok," kata santri asal Jakarta ini kepada Surya, di Stasiun KA, Sabtu Jumat (2/6).

Aulia mengaku senang mudik bareng teman sesama santri karena suasana tentu lebih seru dibandingkan pulang kampung sendirian. Apalagi momen mudik kali ini bersamaan dengan libur sekolah semester genap.

"Karena bersamaan dengan libur sekolah itu pula, kami pulang kampung lebih awal. Biasanya pecan keempat Ramadan baru mudik. Tapi saya bawa bekal Alquran supaya tetap bisa mengaji sepanjang perjalanan dan selama di kampung halaman," ujarnya.

Hal senada dikatakan Habril Humel Akim (17) santriwati Ponpes Tebuireng. Santriwati asal Cirebon Jawa Barat ini bersama belasan rekan sepondoknya memilih mudik lebih awal karena menyesuaikan jadwal libur pesantren dan sekolah.

Mereka juga memilih mudik dengan KA. Selain lebih murah, juga agar tidak terjebak keramaian lalulintas di jalan raya menjelang lebaran. Teman-teman Habriel akan turun di kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Naik kereta karena lebih cepat, karena tidak terjebak kemacetan lalulintas. Juga bisa santai dan bercanda bareng teman-teman. Tahun sebelumnya juga naik kereta," cetus Habriel.

Tertib Menuju Tempat Duduk

BEGITU Kereta Api Gaya Baru Malam memasuki Stasiun KA Jombang, para santri yang sudah menunggu di peron stasiun, meski terus bercanda dengan teman-temannya, mereka tertib menuju tempat duduk masing-masing. Wajah mereka juga ceria, seakan membayangkan segera bertemu keluarga di kampung.

Kepala Stasiun KA Jombang Sutrisno mengatakan, gelombang mudik ribuan santri mulai terjadi sejak 31 Mei 2018. Ia memerkirakan, puncaknya pada Minggu besok (3/6).

Jumlah santri yang mudik hari ini saja, menurut Sutrisno, diperkirakan mencapai kisaran 1.100 hingga 1.500 orang. "Tujuan mudik para santri paling banyak ke Jakarta, Cirebon dan Bandung. Ada juga yang ke Banyuwangi, Jember dan Yogyakarta," terangnya.

Menurut dia, KA yang paling banyak dipilih para santri adalah kelas ekonomi. Seperti KA Gaya Baru Malam, Pasundan dan Sritanjung.

“Para santri memilih KA selain ongkosnya relatif terjangkau juga lebih cepat tiba tujuan, karena tidak terjebak kemacetan lalulintas,” imbuh Sutrisno. (Surya/Sutono)

Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help