Info Mudik 2018

Ubi dan Tape Menggoda Pemudik

"Rata-rata mereka beli itu yang banyak. Karena ciri khas dari Nagreg soalnya," ujar Ucu, di Jalan Raya Nagreg.

Ubi dan Tape Menggoda Pemudik
Tribun Jabar
Ubi dan Tape Nagreg. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Deretan warung yang menjajakan aneka makanan khas Nagreg, di Kabupaten Bandung, berjejer rapi di sepanjang jalan raya Nagreg, dekat dari Polsek Nagreg.

Sepanjang jalan itu, deretan warung-warung yang memajang barang-barang dagangannya.

Menjelang musim mudik ini membawa berkah tersendiri bagi para penjual oleh-oleh makanan khas di Nagreg.

Baca: Mudik Lewat Magelang? Jangan Lupa Cicip Mangut Beong Pedas dan Spicy di Warung Omah Kayoman

Oleh-oleh itu berupa makanan-makanan ringan. Untuk yang banyak diburu yakni Ubi, Tape, dan dodol paling laris terjual. Dengan harga yang bervariasi dimulai dari harga Rp.12 ribu hingga Rp. 35 ribu.

Ucu Atiqah, satu diantara penjual oleh-oleh memprediksi, peningkatan permintaan itu mulai terjadi beberapa hari menjelang mudik lebaran idul fitri 1439 H atau 2018.

Sebab, sejumlah pemudik akan melalui jalur Nagreg tersebut.

"Rata-rata mereka beli itu yang banyak. Karena ciri khas dari Nagreg soalnya," ujar Ucu, di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (28/5/2018).

Menurut Ucu, para pembeli yang mampir sejenak akan memilih membeli oleh-oleh di tempatnya karena alasan selalu buka setiap hari. Pasalnya, ketika mudik nanti, ucapnya, warung-warung yang paling ramai didatangi para pemudik adalah saat malam hari.

"Disini buka 24 jam non stop. Nanti juga sama menjelang mudik," ujar Ucu.

Baca: Kolak Sari Kelapa, Oleh-oleh Legendaris Khas Cianjur

Pedagang jualan oleh-oleh pertama di Jalan Nagreg, Euis Eden (66), mengatakan telah berjualan oleh-oleh khas Nagreg sejak 35 tahun silam.

"Waktu anak-anak saya masih kecil-kecil. Tahun 1987 awal mulanya hadir warung jualan jajanan disini," ujar Eden, di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (28/5/2018).

Eden menuturkan dari dulu masih menjajakan sejumlah makanan khas pasar tradisional, sperti ubi, dodol, kerupuk, dan makanan lainnya yang kini mulai sulit ditemukan di pasar tradisional akan mudah ditemukan di lokasi itu. (Ery Chandra)

Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help