Samanhudi dan Syahri Ditahan di Sel, Pihak Keluarga Rindu Sosok Wali Kota Blitar

Dua kepala daerah dari Jawa Timur ditahan KPK karena kasus dugaan suap beberapa hari jelang hari raya Idul Fitri 2018.

Samanhudi dan Syahri Ditahan di Sel, Pihak Keluarga Rindu Sosok Wali Kota Blitar
Kompas.com
Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dua kepala daerah dari Jawa Timur ditahan KPK karena kasus dugaan suap beberapa hari jelang hari raya Idul Fitri 2018.

Bupati (nonaktif) Tulungagung Syahri Mulyo ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur, sejak Minggu (10/6/2018) dini hari. Sementara, Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, sejak Sabtu (9/6/2018) dini hari atau sehari sebelumnya.

Keduanya ditempatkan sendiri di sel khusus tahanan kasus tipikor di rutan dua polres tersebut.

Baca: Sudah Serahkan Ratusan Lembar Dokumen, Sumarsih Tak Puas Cara Jokowi Selesaikan Kasus HAM

Dan sejauh ini, keduanya belum bisa dibesuk kendati anggota keluarga kangen berat ingin bertemu dan ingin mengetahui keadaannya.

"Belum. Belum ada yang menjenguk sejak ditahan," kata petugas jaga Rutan Polres Metro Jaktim saat ditemui Tribun pada Senin (11/6/2018).

Ia mengatakan, tidak ada perlakuan khusus terhadap para tahanan titipan dari KPK. Semua tahanan diperlakukan sama, begitu juga soal makanan dan kegiatan.

Hal senada disampaikan Kepala Satuan Tahanan dan Titipan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Jaktim, Kompol Suyoto.

"Setahu saya, belum ada yang besuk beberapa hari belakangan ini," ujar Suyoto.

Suyoto menjelaskan, tahanan titipan dari KPK ditempatkan di sel terpisah dari tahanan pidana lainnya sebagaimana SOP yang ada.

"Apa ada satu lagi? Saya lupa. Yang pasti, sesuai dengan prosedur, dia itu tidak bersama dengan tahanan lain, karena ini dari KPK. Jad, khusus untuk tahanan titipan KPK saja. Maksimal itu satu sel lima orang. Selnya sekitar 4x4 meter persegi, di dalamnya sudah ada WC," terangnya.

Baca: Erick Thohir Tegaskan Tiket Asian Games Tidak Ada yang Gratis

Halaman
1234
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help