Bulan Ramadan, Restoran di Kawasan Tangsel Turun Omzet 15 Persen

Ia mengatakan hal tersebut karena aturan pemerintah kota yang membatasi jam operasional.

Bulan Ramadan, Restoran di Kawasan Tangsel Turun Omzet 15 Persen
Pixabay
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pengurus harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangerang Selatan (Tangsel), Yono Haryono, mengatakan pada bulan Ramadan tahun ini, seluruh restoran se-Tangsel turun omzet 15 persen. 

“Itu yang terjadi dari semua Restoran yang ada di Tangsel. Rata rata penurunan omzet selama puasa ini mencapai 15 persen,” terangnya kepada awak media melalui sambungan ponsel, Rabu (13/6/2018).

Ia mengatakan hal tersebut karena aturan pemerintah kota yang membatasi jam operasional restoran saat bulan Ramadan.

Baca: Deretan Ucapan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Jawa, Bisa Digunakan ke Orangtua!

Pengurangan jam operasional pun membuat tingkat konsumsi masyarakat di restoran menurun.

"Biasanya selalu begitu (penurunan omzet). Ini terjadi sepanjang bulan puasa, karena konsumsi masyarakat yang berpuasa dan pembatasan jam operasional sesuai aturan Pemda,” paparnya.

Pasca lebaran, Yono memperkirakan omzet restoran akan kembali turun omzet 30 hingga 40 persen.

Baca: Gagal Nikah, Farhat Abbas Beberkan Alasannya, Mempelai Wanita Ingin Buru-buru Hingga Banyak Syarat

Menurut pengalamannya, paling tidak selama satu bulan selepas Ramadan, omzet masih tetap turun.

“Paska lebaran biasanya akan terjadi penurunan yang sangat drastis antara 30-40 persen. Penurunan ini biasanya akan kami alami selama satu bulan pasca lebaran, bahkan lebih,” pungkas Yono.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help