Hingga H-3 Angkasa Pura II Telah Menerbangkan 2 Juta Pemudik

Ia menuturkan, dari data diatas persentase pergerakan pesawat naik sekira empat persen dari periode yang sama pada mudik tahun lalu.

Hingga H-3 Angkasa Pura II Telah Menerbangkan 2 Juta Pemudik
TribunJakarta/Ega Alfreda
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awalludin, saat ditemui di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II (Persero) telah menerbangkan 2.063.000 penumpang hingga H-3 kemarin dari 15 bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awalludin menerangkan data yang diambil hingga kemarin malam, Selasa (12/6/2018), didapati jumlah pemudik yang telah diterbangkan dan jumlah aktivitas penerbangan pesawat di 15 bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

"Sampai dengan tadi malam kita sudah mencatat pergerakan penumpang, dari 15 bandara sampai dengan H-3 kita sudah mengumpulkan data pergerakan penumpang sampai tadi berjumlah 2.063.000 penumpang dengan pergerakan pesawat hampir 14.500 pergerakan pesawat take off dan landing," ungkap Awalludin di Posko Terpadu Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/6/2018).

Ia menuturkan, dari data diatas persentase pergerakan pesawat naik sekira empat persen dari periode yang sama pada mudik tahun lalu.

Kondisi pergerakan pesawat dan penumpang tahun ini pun, jelas Awaluddin, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu terjadi pelonjakan jumlah pemudik secara signifikan mendekati Lebaran.

"Kondisi itu pergerakan penumpang tahun ini cukup berbeda dari tahun lalu, tahun ini relatif lebih tersebar karena waktu libur bersama cukup panjang dan tidak terlalu ada lonjakan signifikan pada H-3 dan H-2 yang biasanya menjelang Lebaran itu selalu terjadi," ucap Dirut Angkasa Pura II.

Sedangkan, pola pergerakan penumpang di Soekarno-Hatta sendiri, menurut Awaluddin, tergolong merata dari H-8 sampai kemarin malam.

"Polanya hampir sama, tidak ada pola tertinggi, paling tinggi itu tercatat H-7 sekira 2.600 pergerakan penumpang. Jadi agak sedikit berbeda ya dari pada tahun lalu," jelasnya.

Sebagai informasi, puncak arus mudik Lebaran jalur udara sudah terjadi sejak Sabtu (9/6/2018), atau sejak hari libur pegawai hari pertama.

Hal ini berbeda dengan libur Lebaran pada tahun 2017 yang puncaknya terjadi pada H-2.

"Untuk jalur udara puncak arus mudik terjadi hanya single. Terjadi hanya pada hari Sabtu yang lalu (9/6/2018). Beda dengan tahun lalu, puncak arus mudik udara terjadi pada H-2," kata Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso.

Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat terurainya jadwal keberangkatan penumpang karena panjangnya libur Lebaran dari pemerintah selama 10 hari.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help