Ini Aku Kakak Kamu, Ya Allah Kok Jadi Seperti Ini

Tangis Kesya Andiany pecah saat mobil ambulas pengantar jasad adik kandungnya, Cerly Aurelia tiba di rumah duka.

Ini Aku Kakak Kamu, Ya Allah Kok Jadi Seperti Ini
Repro: Surya/M Romadoni
Cerly Aurelia atlet paralayang tewas usai jatuh 

Beranjak ke SMA Ploso, korban mulai menekuni olahraga paralayang hingga menjadi atlit paralayang Jombang.

Selain atlit muda berbakat korban juga dikenal aktif di organisasi desa Karang Taruna Dusun Gedang, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Dia tergabung ke dalam Karang Taruna menjadi bendahara.

Cherly sempat mengajak tetangganya, Hesti, untuk ikut bergabung menjadi Karang Taruna.

Tingkah lakunya tidak biasanya seperti itu yang sedikit ngotot saat mengajak teman sebayanya itu.

Cherly sempat mengajak Hesti ikut Karang Taruna dan berkata jika setelah ini dia sudah tidak lagi disini. Dia bahkan telah menyerahkan buku bendahara catatan pengolahan keuangan Karang Taruna yang dibawanya.

"Mene aku wis gak ndek omah mbak (Besok aku sudah tidak di rumah kak)," kata wanita berhijab tetangga korban yang menolak menyebutkan namanya itu.

Ernita Aulia (18) teman korban mengatakan sudah lama mengenal korban yang mempunyai karakter mudah bersosialisasi. Korban cenderung tidak memilih-milih teman dan mudah akrab dengan orang disekitarnya.

"Cherly anak yang ceria, mudah berteman dengan siapa saja," ujarnya kepada Surya, Selasa (12/6/2018).

Kejadian yang menimpa Cherly itu membuat teman-temannya begitu kehilangan.
Padahal sebelumnya saat liburan kelulusan sekolah korban sempat berlibur bersama teman-temannya di Banyuwangi.

"Saya tahu dari berita dan status Whatsapp teman-teman kalau Cherly meninggal saat latihan paralayang," ungkapnya.

Kesya Andiany, kakak korban mengatakan, keluarganya sangat mendukung korban menjadi atlit paralayang.

Apalagi, korban sebagai atlit Jombang sempat menyambet juara III dalam kejuaaraan Paralayang Pemprov pada 2015.

"Kami justru sangat mendukung dia (korban) apalagi sudah berprestasi," ungkapnya.

Sebelumnya, dia sempat melarang korban agar tidak berlatih paralayang menunggu usai lebaran. Namun korban bersikukuh tetap ingin latihan paralayang hingga berangkat sendiri menumpang bus ke Kota Batu.

"Izin latihan sudah lama, karena dalam waktu dekat ini kata adik saya akan ada kejuaraan paralayang," terangnya.

Kata Kesya, saban hari aktivitas korban selama tidak ada latihan paralayang selalu membantunya merawat anaknya dirumahnya.

"Biasanya ya bantu momong adiknya," pungkasnya.

Di balik kejadian ini pihak keluarga berupaya ikhlas menerima kepergian Cherly untuk selamanya.

Meski demikian pihaknya meminta agar ada pihak yang bertanggung jawab terkait kejadian yang membuat adiknya celaka hingga meninggal dunia.

"Saya tidak harus mau ngomong apa yang penting ada yang tanggung jawab," tukasnya.

Editor: ade mayasanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help