Ramadan 2018

Ini Tanggapan Ulama Syafiiyyah Soal Membayar Zakat Fitrah dengan Uang

Dilansir dari NU Online, ulama Syafiiyyah sepakat bahwa zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada penerima zakat (mustahiq) dalam bentuk uang.

Ini Tanggapan Ulama Syafiiyyah Soal Membayar Zakat Fitrah dengan Uang
NU Online
Zakat Fitrah 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mayoritas masyarakat Indonesia membazar zakat fitrah menggunakan beras.

Namun tak jarang pula ada yang membayar dengan menggunakan uang.

Bolehkah hal tersebut dilakukan? 

Dilansir dari NU Online, ulama Syafiiyyah sepakat bahwa zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada penerima zakat (mustahiq) dalam bentuk uang.

Meskipun seperti itu, praktiknya di beberapa daerah di Indonesia masih banyak yang kurang memahami kesepakatan ulama ini.

Menyikapi fenomena itu, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan Jawa Tengah, memberikan penjelasan terkait zakat dengan menggunakan uang atau melalui uang.

Terma melalui uang artinya alat tukar tersebut hanya sebagai perantara sehingga penyaluran zakat tetap dalam bentuk makanan pokok.

Di sini panitia menjelaskan bahwa konsep-konsep tersebut sesuai dengan ketentuan syariat, tapi masyarakat tetap dimudahkan yaitu bisa berangkat dari rumah dengan membawa uang menuju stand/pos zakat setempat.

Baca: Keceplosan, Jessica Iskandar Akui Teman Dekatnya Sudah Dikenalkan ke El Barack dan Girls Squad

Panitia menyuplai beras

Pertama, panitia zakat menyuplai beras dengan membeli atau bermitra kepada salah satu toko penyedia beras di mana setiap muzakki yang datang membawa uang akan dilayani jual beli murni dengan beras yang disediakan oleh panitia terlebih dahulu.

Halaman
1234
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help