Kisah Dua Penggali Kubur TPU Jeruk Purut Tersaingi Saat Lebaran Karena Tukang Bersih Bermunculan

Pasalnya, di hari itu banyak sekali bermunculan tukang bersih-bersih musiman yang mengambil lahan penghasilan dari kedua pekerja perempuan tersebut.

Kisah Dua Penggali Kubur TPU Jeruk Purut Tersaingi Saat Lebaran Karena Tukang Bersih Bermunculan
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Agustini dan Maryanti selaku tukang gali kuburan di Tempat Pemakaman Umum, Jeruk Purut, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK- Dua penggali kubur wanita, Agustini dan Maryanti, telah lama menjadi seorang tukang bersih di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Kedua suaminya pun sama-sama bekerja di TPU Jeruk Purut sebagai tukang gali kubur.

Baca: Kesenian Betawi Hibur Pemudik di Terminal Pulo Gebang

"Saya dan adik mertua saya (Maryanti) telah bekerja sejak tahun 90-an di makam ini. Bekerja untuk membantu suami saya bekerja. Semua pengalaman telah saya lalui ya termasuk dengan jelang lebaran ini," ujar Agustini kepada TribunJakarta.com, Rabu (13/6/2018).

Di Hari Raya Lebaran nanti yang tinggal hitungan hari, Agustini dan Maryanti harus bersaing dengan hiruk pikuk para pengunjung yang berziarah di TPU tersebut.

Pasalnya, di hari itu banyak sekali bermunculan tukang bersih-bersih musiman yang mengambil lahan penghasilan dari kedua pekerja perempuan tersebut.

Baca: Mimpi Camila Jadi Ratu Inggris Terhadang, Rakyat Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja

"Kalau mau lebaran gini, orang orang bersih bersih musiman pasti pada dateng. Bukan hanya sekedar datang melainkan menumpang mencari rezeki disini," ujarnya.

Orang-orang yang menjadi tukang bersih dadakan berasal dari berbagai daerah.

"Mereka itu berasal dari Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Cikampek, Cawang dan lain lain. Dari kalangan anak-anak, ibu-ibu hingga dewasa mendadak kesini mencari uang," tuturnya.

Baca: Biar Jago Banting Orang, Para Pengawal Presiden AS Selalu Latihan Banting Ban Truk atau Traktor

Maryanti melanjutkan bahwa mereka yang menjadi seorang tukang bersih dadakan hanya bermodalkan alat kebersihan seadanya.

"Dateng kemudian pura-pura bersihin aja di sekitar makam bermodalkan sapu saja sama gunting rumput," ujarnya seraya tertawa.

Baca: Tiga Remaja Penodong di Kopaja Ditangkap Polisi: Sempat Sembunyi di Gorong-gorong

Kehadiran orang-orang tersebut tak membuat Agustini maupun Maryanti tersaingi.

"Namanya orang sama-sama nyari rezeki, saya biasa saja. Orang mencari duit bisa dimana-mana," tuturnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved