Info Mudik 2018

Mudik Tahun Ini Dianggap Kurang Menguntungkan Bagi Sopir Bus, Ini Penyebabnya

"Banyak yang ikut mudik gratis kayanya, terus juga sekarang banyak pilihan ada kereta sama mobil rental juga banyak," kata dia

Mudik Tahun Ini Dianggap Kurang Menguntungkan Bagi Sopir Bus, Ini Penyebabnya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Terminal Induk Kota Bekasi Jalan Ir Juanda Bekasi Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Mudik tahun ini rupanya bukan tahun yang menguntungkan bagi sopir perusahaan otobus (PO) di Terminal Induk Kota Bekasi.

Hingga H-2 Idul Fitri, pemudik di Kota Bekasi tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Salah satunya yang dirasa Aep Saefullah, pengemudi Sopir PO Budiman itu mengaku untuk tahun ini, jumlah penumpang dirasa menurun dibanding tahun lalu.

Baca: Rindu Jajanan Pasar? Kini Bisa Kamu Nikmati di Mal Gandaria City

"Kemarin doang pas hari Minggu (10/5) H-5 lebaran ramai yang mudik, tapi tetep masih banyakan tahun lalu, dari H-7 juga tahun lalu mah udah ramai," kata Aep kepada TribunJakarta.com, Rabu (13/6/2018).

Hal yang sama dirasakan sopir lain bernama Anwar, pengemudi PO Sinar Jaya itu merasa ada penurunan penumpang pemudik yang menggunakan moda transportasi bus menuju kampung halaman.

"Kalau dibanding tahu lalu, sampe H-2 gini masih ramai penumpang, sekarang lihat aja banyak bus yang pada nunggu, kosong belum penuh penumpang," jelas dia

Baca: Gareth Southgate Konfirmasi Marcus Rashford Cedera Saat Inggris Tiba di Rusia

Menurutnya, salah satu faktor selain menurunkan minat pemudik menggunakan transportasi bus, juga disebabkan banyaknya layanan mudik gratis yang disediakan Pemerintah maupun swasta.

"Banyak yang ikut mudik gratis kayanya, terus juga sekarang banyak pilihan ada kereta sama mobil rental juga banyak," kata dia

Sementara itu, Kasubdit Pengendali Operasional Terminal Induk Kota Bekasi, Acim Mulyana menjelaskan memasuki musim mudik ada peningkatan sebesar 5 persen terhadap jasa angkutan mudik dibanding kondisi normal.

"Kalau tahun lalu bisa lebih dari 5 persen lonjakan penumpangnya," ungkap Acim

Padahal kata dia, untuk penetapan tarif, pihak PO sepakat untuk mematok harga yang masih dipandang sesuai dengan daya beli masyarakat.

"Tidak singnifikan lah masih wajar kenaikannya, tapi memang untuk tahun ini jumlah penumpang menurun dari tahun lalu, dari 350 bus paling cuma 50 yang keluar," kata dia

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved