Nurhasanah Raup Untung Rp 200 Ribu dalam Sehari dengan Tawarkan Jasa Penukaran Uang

Ia berujar bahwa uang pecahan yang ia jajakan untuk para pengendara seratus persen keasliannya

Nurhasanah Raup Untung Rp 200 Ribu dalam Sehari dengan Tawarkan Jasa Penukaran Uang
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Nurhasanah tengah menjajakan uang pecahan di bilangan TB Simatupang arah perempatan Fatmawati, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Nurhasanah merupakan satu dari beberapa penjual jasa penukaran uang keliling di kawasan Jalan Raya TB Simatupang arah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Bertumpuk-tumpuk uang dengan berbagai jumlah pecahan ia masukkan ke dalam tas yang ia jinjing.

Menurutnya, pekerjaan sebagai penjual jasa uang keliling untuk pemasukan tambahannya di bulan suci ramadhan yang tinggal menghitung hari ini.

"Saya jualan ini untuk menambah pemasukan saya buat keluarga. Buat jajan anak, untuk bikin opor dan ketupat di rumah," ujarnya kepada TribunJakarta.com, Rabu (13/6/2018).

Baca: Kecamatan Jatinegara Sebar Petugas Satpol PP di 7 Titik untuk Tertibkan Wilayahnya

Sebelumnya, Nurhasanah adalah sosok ibu rumah tangga yang acapkali mengurusi anaknya di rumah sedangkan suaminya bekerja sebagai sopir truk container.

"Dulu saya kerja sebagai buruh pabrik tapi udah lama. Sekarang saya kan hanya ibu rumah tangga untuk ngurusin anak, suami saya kerja jadi sopir. Buat nambah pemasukan ya saya kerja ini. Alhamdulilah ya sehari bisa dapet untung 100 - 200 ribu per hari," terangnya.

Biasanya, rata rata pengendara yang melintas hendak menukarkan pecahan 500 ribuan dengan 5 ribu rupiah.

"Yang sering itu para pengendara melintas nukarkan uang 500 ribu ke 5 ribuan. Saya ambil untungnya 10 ribu. Jadi misal 100 ribu saya jual 110 ribu ke para pengendara," tuturnya.

Nurhasanah melanjutkan, bahwa dirinya memilih berjualan di tempat yang acapkali dilintasi para pejalan kaki atau dekat dengan pertokoan.

"Saya kalau jajakan uang cari tempat yang ramai. Yang engga hanya banyak pengendara tapi para pejalan kaki juga. Kalau sekitaran sepi saya takut dirampok," ujarnya sambil tersenyum.

Ia berujar bahwa uang pecahan yang ia jajakan untuk para pengendara seratus persen keasliannya.

"Yang saya jual asli semua. Saya engga berani bohong. Emang saya mau masuk penjara apa?" ujar Nurhasanah.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help