Pedagang Ketupat di Pasar Minggu Prediksi Malam Ini Adalah Puncak Sebelum Lebaran

Satu ikat ketupat yang berisi 10, Dayat jual seharga Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu, tergantung besar kualitas kulut ketupatnya.

Pedagang Ketupat di Pasar Minggu Prediksi Malam Ini Adalah Puncak Sebelum Lebaran
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Dayat seorang penjual ketupat di Pasar Tradisional Pasar Minggu, memprediksi puncak penjualan ketupatnya akan terjadi malam ini, Rabu (13/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sebanyak 10 kantong plastik berukuran besar berisi ketupat, tiba di Pasar Tradisional Pasar Minggu malam ini.

Ketupat tersebut didatangkan dari daerah Citayam, Bogor, menggunakan satu unit mobil bak terbuka.

Dayat seorang pedagang ketupat di pasar tersebut menuturkan, dirinya memprediksi malam ini adalah puncak penjualan ketupat menjelang hari raya lebaran.

"Ini bakalan habis malam ini mas, baru jam 21.00 WIB saja sudah habis tiga kantong plastik besar," kata Dayat dijumpai TribunJakarta.com di Pasar Tradisional Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2018).

Dayat mengatakan, biasanya penjualan ketupat ini memiliki batas waktu hingga sore hari pada Kamis 14 Juni 2018.

Baca: Ingin Buat Ketupat Terasa Legit dan Nikmat? Begini Trik Rahasianya!

Baca: Jelang Lebaran, Pedagang Sengaja Naikkan Harga Ketupat Buat Bayar Zakat dan Beli Daging

Hal ini dikarenakan, kondisi ketupat akan menghitam dan buruk jika dijual hingga hari raya lebaran yang diprediksi pada Jumat 15 Juni 2018.

Satu ikat ketupat yang berisi 10, Dayat jual seharga Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu, tergantung besar kualitas kulit ketupatnya.

Ia juga mengatakan, hasil penjualan ketupatnya sangat menggiurkan, bahkan jika terjual habis ia bisa meraup untung sebesar Rp 1 juta dari hasil menjual ketupat dalam waktu satu malam.

"Ya ini nanti juga habis mas, ya gini kalau jual ketupat, semakin lama akan semakin turun harganya, yang penting laku habis diborong pembeli," ujar Dayat.

Oleh karena itu, jika malam semakin larut ia akan menurunkan harga penjualan ketupat, hingga Rp 4 ribu per satu ikat ketupat.

Terakhir ia mengatakan, dirinya tidak lagi menjual ketupat dalam jumlah yang banyak, dikarenakan masyarakat sekarang, lebih memilih membeli ketupat yang sudah jadi dan siap untuk dikonsumsi.

"Sekarang masyarakat tidak mau repot, maunya beli ketupat yang udah langsung jadi (berisi nasi)," kata Dayat.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help