Info Mudik 2018

Puncak Arus Balik Lebaran Jalur Udara Diprediksi Jatuh 19-20 Juni 2018

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awalludin memprediksi bahwa arus balik Lebaran 2018 ini akan jatuh pada 19 dan 20 Juni mendatang.

Puncak Arus Balik Lebaran Jalur Udara Diprediksi Jatuh 19-20 Juni 2018
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awalludin saat ditemui di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Puncak arus mudik Lebaran oleh 15 bandar udara di Indonesia telah usai.

PT Angkasa Pura II memprediksi lonjakan penumpang arus balik Lebaran akan terjadi pada 19 - 20 Juni 2018.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awalludin memprediksi bahwa arus balik Lebaran 2018 ini akan jatuh pada 19 dan 20 Juni mendatang.

"Kami mengestimasikan disekitar tanggal 19 - 20 Juni akan terjadi pergerakan cukup tinggi diarus balik," ujar Awalludin di Posko Terpadu Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/6/2018).

Baca: 5 Fakta Pria Bunuh Diri di Kamar Mandi SPBU Depok: Bawa Helm Sampai Beli Pisau di Minimarket

Ia melanjutkan, arus balik mudik tahun ini akan bersamaan dengan arus libur lantaran mengingat libur Lebaran yang cukup panjang hingga 10 hari.

"Kalau arus balik ini kami memperkirakan terjadi agak sedikit bersamaan karena biasa itu selalu diikuti dengan arus libur," jelasnya.

Awalludin memastikan, pihaknya akan siap melayani para pengguna jasa mau pun pemudik walau terjadi lonjakan penumpang pada arus balik mendatang.

Awalludin menjelaskan, puncak arus mudik Lebaran telah terjadi pada Sabtu (9/6/2018) kemarin dan tidak ada arus puncak susulan.

"Kami pastikan untuk penerbangan di bandara Angkasa Pura II tidak ada puncak lagi, jadi kamis sebutkan polanya lebih merata. Contohnya di bandara Soetta ini puncaknya terjadi pada H-6 dan H-7," ungkapnya.

Baca: Warga Pasang CCTV, Satgas Pengamanan Rumah Kosong Diminta Lapor Tiap 2 Jam Saat Masa Mudik

Ia melanjutkan, dari awal arus mudik tiba, hingga kini tidak terdapat lonjakan penumpang secara signifikan, sebab penerbangan terjadi secara merata dan cenderung sukses.

"Jadi tidak terlalu terjadi yang signifikan, saya kira tahun ini paling efektif karena sebaran penumpang tertata lebih rapih lantaran libur bersama yang panjang selama 10 hari," imbuh dia.

Hal serupa juga diungkap oleh Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso saat melakukan pengecekan arus mudik Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta.

"Untuk jalur udara puncak arus mudik terjadi hanya single. Terjadi hanya pada hari Sabtu yang lalu (9/6/2018). Beda dengan tahun lalu, puncak arus mudik udara terjadi pada H-2," kata Agus.

Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat terurainya jadwal keberangkatan penumpang karena panjangnya libur Lebaran dari pemerintah selama 10 hari.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved