Beda Anas Urbaningrum dan Nazaruddin Soal Remisi Idul Fitri

Remisi kembali diajukan dan diberikan kepada Nazar karena napi kasus korupsi yang satu ini telah memperoleh status Justice Collaborator (JC).

Beda Anas Urbaningrum dan Nazaruddin Soal Remisi Idul Fitri
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Kamis (18/9/2014). Anas diduga terlibat korupsi dalam proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng.(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Selain itu, untuk narapidana kasus korupsi disyaratkan telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan.

Salah satu napi kasus korupsi di Lapas Sukamiskin yang tidak bisa mendapatkan remisi khusus Hari Lebaran adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sekaligus kolega Nazaruddin.

Anas tidak diajukan dan tidak bisa menerima remisi karena dia tidak mendapatkan status JC dari KPK terkait perkaranya.

Beberapa mantan pejabat dan kepala daerah yang menjadi penghuni di Lapas Sukamiskin juga tidak mendapatkan remisi pada Hari Lebaran kali ini.

"Setya Novanto (mantan Ketua DPR) enggak dapat, kalau Gayus Tambunan (mantan pegawai pajak) bukan di lapas sini, Akil Mochtar (mantan Ketua Mahkamah Konstitutsi) hukumannya pidana penjara seumur hidup jadi enggak akan dapat remisi, Suryadharma Ali (mantan Menteri Agama) juga enggak dapat JC, Lutfi Hasak Ishaq (mantan Presiden PKS) juga enggak dapat JC, Dada Rosada (mantan Wali Kota Bandung) juga enggak dapat remisi," terangnya.

"Di Lapas Sukamiskin, napi kasus korupsi yang dapat JC enggak banyak, enggak sampai 30 orang," imbuhnya.

Anas Urbaningrum adalah kolega Nazar di Partai Demokrat sekaligus di DPR sebelum terjerat kasus korupsi proyek Hambalang adan pencucian uang.

Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung menghukum Anas dengan 14 tahun pidana penjara dan denda Rp 5 miliar subsidair 1 tahun 4 bulan bulan kurungan atas dua kasus tersebut.

Baca: KM Arista Tenggelam, Mayang Selamat Setelah Berenang 15 Menit

Anas juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 57,592 miliar kepada negara.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Jabar, Alfi Zahrin menjelaskan terdapat 126 napi dari Lapas Sukamiskin yang diajukan mendapat remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri kali ini. Mereka terdiri dari 29 napi kasus korupsi dan 97 napi pidana umum.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help