Beda Anas Urbaningrum dan Nazaruddin Soal Remisi Idul Fitri

Remisi kembali diajukan dan diberikan kepada Nazar karena napi kasus korupsi yang satu ini telah memperoleh status Justice Collaborator (JC).

Beda Anas Urbaningrum dan Nazaruddin Soal Remisi Idul Fitri
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Kamis (18/9/2014). Anas diduga terlibat korupsi dalam proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng.(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Setidaknya Nazar telah menerima pengurangan masa hukuman atau remisi sebanyak 28 bulan sepanjang dia menjadi narapidana atas dua kasus.

Nazar mulai menjalani masa hukuman pada 2012 dan seharusnya dia bisa bebas pada 2025. Namun, dengan sering dan banyaknya remisi yang diberikan, maka Nazar diperkirakan bisa menghirup udara bebas lebih cepat, yakni pada 2023.

Mantan kolega Nazaruddin yang juga tidak mendapatkan remisi pada Hari Lebaran tahun ini adalah napi koruptor Angelina Sondakh.

Angelina,-apaan Angelina, tidak mendapat pengurangan remisi karena belum juga bisa membayar uang pengganti atas kasus korupsinya sebesar lebih dari Rp 2,5 miliar.

"Angie enggak dapat remisi dan sulit dapat karena beberapa syarat pemberian remisinya belum bisa dipenuhi. Salah satu kendala utamanya karena Angie belum melakukan pembayaran atas kewajiban membayar uang pengganti. Jadi, sampai sekarang Angie belum melakukan pembayaran itu dan enggak pernah dapat remisi," ujar Kepala Lapas Rutan Pondok Bambu, Ika Yusanti.

Baca: Penutupan Jalan Bekasi 1 di Jatinegara Saat Malam Takbir Bersifat Situasional

Angelina Patricia Pingkan Sondakh selaku mantan anggota DPR dari Demokrat divonis bersalah atas kasus korupsi pembahasan anggaran proyek Hambalang Kemenpora dan Kemendikbud.

Sebelumnya, MA mengabulkan Peninjauan Kembali yang diajukan Angie sehingga mengurangi vonis menjadi pidana penjara 10 tahun ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Mantan Putri Indonesia itu juga diganjar hukuman membayar uang pengganti Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dolar AS, subsider 1 tahun penjara.

Putusan MA ini lebih ringan dibandingkan hukuman yang diberikan majelis kasasi MA yakni 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp500 juta ditambah kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp12,58 miliar dan 2,35 juta dolar AS (sekitar Rp27,4 miliar). (Tribun Network/coz)

Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help