Disebut Berubah Sikap, Pengkritik Hingga Pendukung Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin Akui Sempat Salah

Menurut Ray, perubahan Ali yang awalnya tidak suka sekali hingga kini menjadi suka menjadi sebuah pertanyaan.

Disebut Berubah Sikap, Pengkritik Hingga Pendukung Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin Akui Sempat Salah
YouTube
Ali Mochtar Ngabalin 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Ali Mochtar Ngabalin menjawab pertanyaan terkait perubahan sikapnya dari pengkritik pemerintah Joko Widodo dan kini menjadi pendukung.

Diketahui, ia menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan pengangkatan Ali untuk memperkuat peran KSP berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015.

Salah satu peran KSP yang disoroti adalah mengenai fungsi komunikasi politik kepada publik

Moeldoko menilai Ali merupakan politikus senior yang memiliki banyak pengalaman dan jaringan.

Baca: PT KAI Imbau Pemudik Awasi dan Ajak Anak ke Arena Bermain

"Dia adalah politikus senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Dia ini juga akan membantu mengkomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. Sudah banyak program dan kebijakan yang dibuat pemerintah serta memerlukan komunikasi ke publik yang lebih luas," kata Moeldoko dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/5/2018).

Dilansir TribunJakarta.com dari YouTube Channel Metrotv News di acara Q & A, tampak Abdul Kohar selaku Jurnalis senior memberikan pernyataan "Berubah boleh, tapi menurut saya pola perubahan statementnya juga terlalu cepat. Jadi ketika di luar, teriaknya kencang. Tapi begitu masuk, bilangnya 'Subhanallah, tiada hari tanpa memikirkan negara di Kantor Staf Presiden (KSP)'".

Mendengar hal itu, Ali menyatakan kalau agama melarang orang untuk berpransangka buruk, memfitnah dan mengadu domba.

"Kan ada mata, ada telinga, ada rasa. Kalau selama ini kita dari luar Istana. Pas begitu saya masuk, saya ikut sidang kabinet. Mereka membicarakan membangun negeri dari pinggir, itu Nawacitanya Jokowi. Luar biasa orang-orang ini," paparnya.

"Berarti selama ini kita salah," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help